Share

Penunjukan Komjen Pol Tito Karnavian Sebagai Calon Tunggal Kapolri

BIDHUMAS PMJ – Jum’at (17/06/2016)

Presiden Joko Widodo akhirnya menunjuk Komisaris Jenderal Polisi Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia, menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang akan memasuki masa pensiun pada akhir Juli 2016.

Presiden Joko Widodo telah menunjuk sosok calon Kapolri yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan terkini.

“Pilihan tunggal Presiden yang jatuh pada pada Komjen Pol Tito Karnavian mencerminkan semangat pemerintahan sekarang ini memerangi terorisme, jaringan narkoba hingga modus kejahatan lintas negara,” ujar Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo kepada Makmun Hidayat dari Tribratanews.com, Jumat (17-06-2016).

Menurut Bambang Soesatyo, rekam jejak dan reputasi Tito sebagai prajurit Polri sudah diakui berbagai kalangan termasuk oleh tokoh militer dan intelijen sekaliber Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono.

Selain dikenang sebagai alumni terbaik Akpol angkatan 1987, ujar Bambang, dia juga telah menunjukan reputasinya dan kapabilitasnya sebagai prajurit dalam operasi membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin Moch Top, dan operasi lainnya yang melumpuhkan pentolan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, pada November 2005.

Kepemimpinan perwira kelahiran Palembang pada 26 Oktorber 1964 ini, sebut Bambang Soesatyo, juga sudah teruji, karena pernah menjabat Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri, menjadi Kapolda Papua dan Metro Jaya. Dan Terakhir sebagai Kepala Badan Nasioanal Penanggulan Terorisme.

Mengacu pada rekam jejak dan reputasinya itu, penunjukan Tito sebagai calon tunggal Kapolri rasanya tak perlu diperdebatkan lagi, karena dia sudah memenuhi syarat untuk menjabat Kapolri.

“Tentu, akan muncul pergunjingan mengenai beberapa angkatan yang akan dilompati oleh Komjen Tito,” imbuh penulis buku Skandal Gila Bank Century ini.

Diyakini bahwa hal itu bisa diselesaikan oleh segenap pimpinan Polri yang sebelumnya telah bersepakat untuk mendukung apa pun keputusan Presiden.

“Pasca penunjukan oleh Presiden, hal yang paling dibutuhkan dan harus segera diwujudkan adalah saling pengertian di antara para perwira tinggi Polri, utamanya dari para jenderal polisi yang menjadi senior Komjen Tito Karnavian,” pungkas politisi muda Golkar dari Dapil Jateng VII ini.

Leave a Comment