Share

Brigadir Hanafi, Korban Kebrutalan The Jakmania Dirujuk ke RS Pertamina karena Alami Gangguan di Mata Kiri

BIDHUMAS PMJ – Jakarta Timur, Rabu (29/06/2016)

Anggota Kepolisian Republik Indonesia, Brigadir Hanafi, dipindahkan dari Ruang ICU 3 Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, ke RS Pertamina, Selasa (27-06-2016).

Ia dirujuk karena mata kirinya mengalami gangguan setelah menjadi korban kebrutalan suporter tim sepakbola Persija, yang menamankan diri Jakmania, dalam laga Persija versus Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (24-06-2016) lalu.

Sebelumnya, Brigadir Hanafi mengalami masa kritis dan menjalani operasi syaraf pada bagian kepala. Kini, Kondisi Brigadir hanafi berangsur pulih dan membaik. Sampai berita ini diterbitkan, Brigadir Hanafi dapat berkomunikasi dengan lancar. Hanya saja, ia didiagnosa kebutaan pada mata kiri.

Seperti diketahui, Brigadir Hanafi menjadi korban kebrutalan Jakmania. Akibatnya, Brigadir Hanafi mengalami luka parah dan harus dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Beredar kabar Brigadir Hanafi juga terkena siraman air keras. Namun Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, membantah informasi tersebut.

“Hanafi itu memang murni kekerasan benda tumpul. Robek terbuka di kepala, di dagu retak, pelipis kanan kiri retak, mata ada pukulan tumpul,” terang Kombes Pol Awi Setiyono dalam keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Minggu (26-06-2016).

Lebih lanjut, Kombes Pol Awi Setiyono menjelaskan, mula kejadian berawal dari seorang suporter yang nekat masuk ke lapangan saat pertandingan sedang berlangsung.

Disusul kemudian suporter lain yang merusak pagar pembatas di tribun 13 dan 14. Pertandingan terpaksa dihentikan. Saat itu tuan rumah tertinggal satu gol dari sang tamu.

Personel Polisi segera melakukan pengamanan. Brigadir Hanafi, yang berada di luar pintu masuk stadion, tanpa sadar terpisah dari rekan-rekannya.

Saat itulah, massa yang telah dihalau keluar dari Gate 7 menimpuki Brigadir Hanafi. Tak hanya itu, ia juga tertimpa pagar pembatas.

Kombes Pol Awi Setiyono melanjutkan, pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Belum diketahui apakah penganiayaan terhadap petugas itu perlakuan sengaja Jakmania atau memang karena faktor lain.

Adapun kesimpulan sementara yang berhasil dirangkum berdasarkan pemeriksaan, tindak penganiayaan yang diterima Brigadir Hanafi diketahui menggunakan benda tumpul.

Leave a Comment