Share

Penyitaan minuman keras oleh anggota polsek jatiuwung

BIDHUMAS PMJ – Tangerang, Kamis (09/06/2016)

Pada Hari Kamis 09 Juni 2016 pukul 13.00 wib telah dilaksanakan operasi MIRAS di wilayah hukum Polsek Jatiuwung yang dipimpin langsung oleh Bapak Wakapolsek Jatiuwung AKP Gunawan S.Ap dengan bantuan kekuatan sebanyak 17 personel untuk menindak lanjuti laporan dari masyarakat tentang maraknya perdagangan Miras di wilayah hukum Jatiuwung Tangerang Kota. Kegiatan ini dilaksanakan di toko-toko milik,

1. SR, agama Islam, Alamat Pasar Jati Kel. Keroncong Kec. Jatiuwung Kota Tangerang.
2. DW, agam Islam, Alamat Perum Kroncong permai blok Eb Kel. kroncong Kec. Jatiuwung Kota Tangerang.
3. PM, agama Islam, Alamat Pertigaan BRI Kel. Sangiang Jaya Kec. Periuk Kota Tangerang.
4. KN, agama Islam, Alamat supermarket TIP TOP Kel. Uwung Jaya Kec. Jatiuwung Kota Tangerang.

Adapun operasi MIRAS yang dipimpin oleh Bapak Wakapolsek Jatiuwung hari ini berlangsung dalam keadaan aman dan berhasil menyita barang bukti sebagai berikut, Rajawali 31 Botol, Anker 36 Botol, Bir Bintang 9 Botol, Orang tua 26 Botol, Black Jack 6 Botol, Angker Kaleng 67 Kaleng, Kolesom 30 Botol, Guines 6 Botol, Guines Kaleng 18 Kaleng, Mix Max 7 Botol, Anggur Hitam 11 Plastik dan Ciu 101 Plastik.

Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan peraturan larangan penjualan dan peredaran minuman beralkohol alias bir golongan A atau yang berkadar alkohol di bawah 5 (lima) persen di mini market seluruh Indonesia. Larangan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang perubahan kedua atas Permendag Nomor 20/M-DAG/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Adapun sembilan jenis minuman beralkohol golongan A yang beredar di Indonesia, yakni shandi, bir, lager, ale, bir hitam atau stout, low alcohol wine, minuman beralkohol berkarbonasi dan anggur brem Bali. Kebijakan tersebut diambil pemerintah lantaran peredaran bir semakin marak di Indonesia. Ditambah lagi, masyarakat banyak yang mengeluhkan bahwa penjualan bir di mini market sudah mulai mengganggu dan tidak sesuai dengan ketentuan lagi. Bahkan, peraturan yang membatasi pembelian bir untuk masyarakat di atas 21 tahun pun seakan tidak digubris. Peredarannya kini sudah menjamah seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak sekolah.

Leave a Comment