Share

Terhimpit Kebutuhan Ekonomi, Dua Pemuda Nekat Lakukan Curanmor di Koja

BIDHUMAS PMJ – Jakarta Utara, Rabu (18/05/2016).

Dua orang pemuda yang biasa melakukan tindakan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus congkel kunci T dan pecah kaca ditangkap petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Koja pada Senin (16/5) lalu.

Keduanya nekat melakukan tindak pidana pencurian karena yang bersangkutan baru saja dikeluarkan dari tempatnya bekerja dan terhimpit ekonomi untuk pengeluaran kebutuhan hidup sehari-hari.
Sukma Wijaya (26) pelaku curanmor dengan modus Kunci T, mengaku sudah melakukan aksinya beberapa kali di sejumlah wilayah di Koja, seperti di Jalan Deli, Jalan Alur Laut, dan Jalan Cipeuacang.
“Saya terpaksa mengambil Bang, soalnya saya sedang menanggur setelah berhenti bekerja dari sebuah pabrik di daerah Cikarang,” ujar Sukma, Rabu (18/5) di halaman Markas Polsek Koja.

Pria yang belum berkeluarga tersebut mengaku biasa mengincar sepeda motor yang di parkir di teras rumah dan kondisi jalan sedang dalam keadaan sepi.

“Terakhir saat nyuri sepeda motor di Deli Lorong 27, saya kepergok sama warga, lalu dikejar dan ditabrak dari belakang sehingga akhirnya saya terjatuh,” tambahnya.
Sepeda motor hasil curian kemudian ia jual dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta tergantung tahun perakitan sepeda motor kepada penadah di wilayah Babelan, dan kemudian hasil pencurian ia bagi dua dengan Fahmi alias Tomy yang masih dalam pengejaran anggota Buser Polsek Koja.

Sementara itu, Doni Fajri (24), pelaku pencurian kendaraan mobil pribadi dengan modus pecah kaca, mengatakan ia terpaksa melakukan tindakan dan perbuatannya karena baru saja berhenti bekerja sebagai kuli angkut di proyek Akses Tol Tanjung Priok.

“Sudah sempat menganggur beberapa minggu karena urukan puing sudah terisi penuh tenaganya, makanya saat ada teman yang mengajak untuk mencuri dengan modus pecah kaca saya terpaksa ikut,” kata Doni yang hanya dibayar Rp 75 ribu sehari selama bekerja sebagai kuli panggul.

Pria yang sudah menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang masih balita itu mengaku biasa mengambil barang berharga yang ada di dalam mobil seperti tas, handphone, dan berbagai benda berharga yang ditaruh di jok mobil yang sudah dipecahkan.

“Sekali ambil barang berharga saya biasanya dapat bagian Rp 300 ribu, dari beberapa mobil yang saya sudah pecahkan yang paling banyak dapat itu handphone, kalau tas jarang ada yang ninggalin,” tambah pria yang mengenyam pendidikan terakhir Sekolah Menengah Pertama (SMP) meski tidak sampai tamat.

Kepada jurnalis, Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto, meminta masyarakat lebih waspada terhadap tindakan pencurian kendaraan bermotor yang intensitasnya semakin tinggi menjelang bulan Ramadan ini.

“Pelaku biasanya tidak bekerja sendiri, ia memiliki seorang rekan lainnya untuk memantau keadaan agar aksi pencurian bisa berjalan dengan mulus, oleh sebab itu kepada pengendara sepeda motor harap menambah kunci gembok tambahan dan bagi pengendara mobil pastikan memarkirkan di lokasi yang mudah dipantau penjaga parkir atau warga sekitar,” kata Kompol Supriyanto didampingi Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Samsono.

Kompol Supriyanto juga meminta warga untuk pro-aktif melaporkan segala bentuk tindak kejahatan baik pencurian maupun tindakan yang meresahkan lainnya kepada aparat penegak hukum dan menghindari tindakan main hakim sendiri.

“Kepada kedua pelaku kami mengenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara selama lima tahun dan selanjutnya kami akan terus meningkatkan kamtibmas dan linmas agar pencurian kendaraan bermotor di Koja bisa kita tekan seminimal mungkin,” tandas Kompol Supriyanto.

Leave a Comment