Share

Polri: Pelaku Kejahatan Seksual Akan Dipasang “Chip”

BIDHUMAS PMJ – Jakarta, Kamis (12/05/2016).

Mabes Polri akan segera mengikuti arahan pemerintah yang menginginkan agar pelaksanaan pelaksanaan Perppu Perlindungan Anak segera diimplementasikan dalam waktu dekat.

Salah satunya, dalam butir aturan yang ada, disebutkan mengenai perlunya pemasangan Chip bagi para pelaku kejahatan seksual yang sudah keluar dari penjara.

“Kami harus sesuikan dengan perkembangan. Di negara lain, pelaku kejahatan seksual dipasangi alat (chip), agar si pelaku ini dapat terpantau pergerakannya,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Gedung Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/5).

Jendral Badrodin menjelaskan, bagi orang yang berpotensi membahayakan anak kecil, akan diberi tanda agar bisa dipantau jika ia pergi ke tempat yang banyak aman. “Nanti anggota yang mengetahui bisa langsung bergerak,” tegas Kapolri.

Sebelumnya, usai rapat terbatas yang digelar di kompleks Istana Merdeka, pada Rabu (11/05), Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan ada dua jenis hukuman di dalam Perppu, yakni hukuman pokok dan hukuman tambahan.

Hukuman pokok, menurutnya, berwujud penambahan masa maksimal hukuman penjara selama 20 tahun. Saat ini, dalam Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, hukuman maksimal bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak ialah hukuman penjara selama 15 tahun.

Setelah hukuman pokok, terdapat hukuman tambahan berupa kebiri, pemasangan chip, dan publikasi identitas pelaku. Kebiri kimia, yang bertujuan memusnahkan hasrat seksual terhadap seseorang, kata Yasonna, bisa diberikan kepada pelaku pada waktu dia di dalam penjara atau sebelum keluar penjara.

Pelaku juga bisa dipasangi chip elektronik di pergelangan kaki sebelum keluar penjara untuk memantau pergerakannya.

“Ada hukuman pokok dan hukuman tambahan. Hakimlah yang melihat perlukah hukuman tambahan ini, tidak wajib. Kalau hakim melihat orang ini paedofil, potensial paedofil, ya kasih hukuman tambahan,” kata Yasonna.

Yasonna tidak menjelaskan secara rinci mengenai anggaran pengadaan chip, siapa yang bakal memproduksi chip, dan mekanisme pemberian chip. Pun demikian dengan kebiri kimia.

Leave a Comment