Share

Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Orang Penyekap dan Penganiaya Sopir Angkot di Ceger

BIDHUMAS PMJ – Jakarta, Senin (02/05/2016).

Gara-gara menghilangkan mobil angkutan kota (angkot), seorang sopir bernama Arifka Putra alias Gondrong (33) disekap dan dianiaya pemiliknya. Korban juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp 25 juta.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, tiga orang pelaku atas nama Robby, Riko dan Johanes sudah berhasil ditangkap. Sementara, satu orang masih buron berinisial F.

“Kami berhasil mengungkap kasus pengeroyokan disertai penyekapan. Tiga orang pelaku sudah ditangkap, sementara satu orang masih dalam pengejaran,” ujar AKBP Eko, Senin (2/5).

Dikatakan AKBP Eko, kronologi kejadian bermula ketika korban dijemput dua orang pelaku menggunakan mobil saat berada di rumah temannya, sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa (19/4) lalu.

Sejurus kemudian, tersangka Robby -selaku pemilik angkot- dan F memukuli korban di dalam mobil. Selanjutnya, korban dibawa ke sebuah tempat di Jakarta Timur.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (20/4), korban dibawa tersangka Robby dan F naik sepeda motor untuk berkeliling. Sepanjang jalan korban dipukuli pelaku.

“Posisinya, F mengemudi, korban di tengah dan Robby paling belakang. Mereka berputar-putar tidak jelas sambil menanyai korban. Sepanjang jalan korban dipukuli tersangka Robby,” ungkap AKBP Eko.

Pelaku, tambahnya, kemudian menghubungi orang tua korban untuk meminta uang jaminan atau pengganti angkot yang hilang senilai Rp25 juta.

“Namun, orang tua tidak bisa menyanggupi dan hanya bisa memberi Rp5 juta serta akan menjaminkan sertifikat tanah,” kata AKBP Eko.

AKBP Eko menambahkan, sekitar pukul 09.00 WIB korban kemudian dibawa ke kontrakan tersangka Johanes untuk dititipkan di sana. “Pelaku sempat mengancam kepada korban kalau berusaha kabur akan dimatiin,” ucap AKBP Eko.

AKBP Eko menuturkan, orang tua korban kemudian membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Selanjutnya, tim Unit 1 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan menemukan lokasi keberadaan korban, di Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

“Kami kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku. Jadi modus pelaku melakukan penganiayaan secara bersama-sama dan melakukan penyekapan terhadap korban,” tandas AKBP Eko.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan atau Pasal 333 KUHP terkait Penyekapan, dengan ancaman hukuman 5 tahun bui.

Leave a Comment