Share

Polda Metro Jaya Tangkap Pria Spesialis Copet Di Dalam Busway

BIDHUMAS PMJ – Jakarta, Selasa (10/05/2016).

Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Mungkin itulah pepatah yang tepat disamatkan kepada Saparudin (57). Di usianya yang sudah tua, pria paruh baya ini dikenal sebagai pencopet ulung.

Apesnya, pekerjaan yang digelutinya selama bertahun-tahun ini terhenti, akibat kepergok petugas kepolisian. Ia pun hanya bisa pasrah ketika polisi memergokinya tengah beraksi di Halte Busway Monas, Jakarta Pusat, Senin (9/5) malam.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto menjelaskan, penangkapan terhadap Saparudin merupakan respon dari penumpang bus Transjakarta yang kerap mengeluhkan keamanan mereka saat menggunakan moda transportasi itu. Pasalnya, setiap kali menaiki bus di koridor satu Blok M – Harmoni, pasti ada saja yang kecopetan.

“Biasanya pelaku beraksi sepanjang rute Setiabudi-Harmoni. Alasannya, koridor satu ini ramai dan selalu penuh sesak, sehingga dijadikan pelaku memilih koridor ini,” kata AKBP Budi ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (10/5).

Dalam penangkapan ini, polisi berhasil menyita sebuah handphone Samsung Duos Type SG 313 milik penumpang bus yang dicopetnya. Menurut AKBP Budi, Saparudin memang copet spesialis handphone. Ia mengambilnya dari kantong celana atau tas milik penumpang. Kebanyakan, para penumpang tak menyadarinya, karena kondisi bus yang sangat sesak.

“Ia termasuk lihai, karena sudah menekuni profesi ini sejak tahun 2010. Nantinya handphone itu akan ia jual kepada tukang ojek yang juga penadah (buron) di Kampung Melayu, Tangerang,” ujar AKBP Budi.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Sapar ini hanya mencopet jika hari Minggu saja. Sehari-hari ia bekerja serabutan, mulai dari tukang ojek hingga tukang bangunan.

“Pelaku ini mengaku nekat mencopet lantaran istrinya sakit stroke. Ia butuh biaya tambahan untuk pengobatan istrinya, sehingga memilih untuk mencopet agar hasilnya bisa buat beli obat,” terang AKBP Budi.

Meski begitu, ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman kurungan lima tahun penjara. Pria yang tinggal di kawasan Pakuhaji, Tangerang ini harus mendekam di Rutan Polda Metro Jaya. Ia hanya bisa menyesali nasibnya akibat tujuannya membantu pengobatan sang istri ternyata berujung harus menginap di hotel prodeo.

Leave a Comment