Share

Otaki Perampokan Truk Ekspedisi, Kernet dan Rekannya Ditangkap Polisi

BIDHUMAS PMJ – Jakarta Pusat, Jum’at (13/05/2016).

Otaki aksi perampokan truk ekspedisi, seorang kernet dan rekannya ditangkap Unit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Selain mengamankan tersangka Yance dan Herman petugas juga menyita truk BK 9092 MM yang dibawa kabur di daerah Taman Palm, Cengkareng dalam keadaan kosong. “Yance dan Herman kami tangkap semalam dirumah kontrakannya, sedangkan tiga pelaku lainnya yaitu Bambang alias Babi Air, Tomi dan Putra masih kami kejar karena kerugian cukup besar yaitu Rp 2,5 miliar,” Kata Kanit I Subdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya Kompol Gunardi, Jumat (13/5).

Dari komplotan garong ini, polisi menyita, pakaian jadi, bahan kain korden dan seprei, 3 sepeda motor bekas, 2 mesin kapal boat, mesin olahraga treatmil, mesin kompresor dan spart part mobil, dan surat jalan. “Kasus ini kami masih lakukan pengembangan mengejar rekan-rekan tersangkan,” pungkasnya. Gunardi mengatakan, penyelidikan berawal dari laporan pemilik exspedisi CV Kharisma Exspres, Fachrizal. Perusahaan menugaskan sopir Zulfan untuk mengantar barang ke Jalan Cideng Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada (20/4) lalu. Sekitar pukul 19.00 WIB, karyawan perusahaan menghubungi sopir untuk memuat barang diantaranya kain dan sepeda motor di kawasan gudang Bekasi menuju Cideng bersama rekannya Yance, kernet.

“Jadwal semula mereka akan berangkat pada pagi harinya, pukul 01.00 WIB. Namun, Yance memaksa untuk berangkat satu jam setelahnya, yaitu pukul 02.00 WIB. Untuk sekali jalan, sopir menerima uang Rp 6 juta tujuan Aceh,” katanya.Namun, truk sempat berhenti di rest area untuk mengisi bensin. Sang kernet mengaku pergi ke toilet yang sebenarnya dia menemui rekannya bernama Herman untuk mendiskusikan perbuatan jahatnya.

Sekembalinya Yance, kata Gunardi dia menawarkan untuk membawa truk sampai ke daerah Lampung, sopir pun setuju dan dia tidur di jok belakang truk.“Tapi saat terbangun, sopir kaget bahwasanya ada satu orang yang tidak dikenal menodongkan pisau ke arah ketiaknya sembari dua orang lainnya mengikat tangan, kaki, mulut, telinga dan mata menggunakan lakban warna coklat ditidurkan telungkup di belakang jok,” terangnya.

Pelaku lainnya mengambil uang perjalanan Rp 5 juta di saku celana sopir serta dua ponsel yang ada di dashboard truk. Sang sopir kemudian dibuang di pinggir tol daerah Cipali. Dan ditemukan petugas tol dalam kondisi terlakban. Ia lalu melaporkan kasus itu ke Polda metro jaya.

Leave a Comment