Share

Fahreza Tewas, Kenapa Keluarga Menolak Autopsi

BIDHUMAS PMJ – Jakarta, Rabu (18/05/2016).

Keluarga Fahreza menolak melakukan autopsi terhadap jenazah remaja 16 tahun itu. Alasannya, keluarga tidak ingin kuburan Fahreza dibongkar. “Kami keluarga sudah ikhlaskan kematiannya,” kata Suyatna, kakak Fahreza, saat ditemui di kediamannya, di Jalan Mohammad Kahfi, Gang Sawo, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Mei 2016.

Fahreza adalah anak keempat dari lima bersaudara. Dia dikuburkan di pemakaman keluarga di Jalan Haji Amsar, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Menurut Suyatna, sebelumnya sudah ada permintaan dari Divisi Profesi dan Pengamanan Polri dan anggota The Jakmania untuk mengautopsi jenazah Fahreza agar kematiannya bisa diusut. “Tapi kami enggak mau,” katanya.

Samsudin, ayah Fahreza, mengatakan tidak akan mengungkit lagi kejadian yang menimpa Fahreza. Bahkan dia memaafkan orang-orang yang telah menganiaya putranya. “Saya ikhlas dan rido. Tidak akan menuntut. Biar Allah yang maha tahu dan membalasnya,” ujar Samsudin.

Menurut Samsudin, sejak kejadian yang menimpa Fahreza, banyak orang berdatangan ke rumahnya. Kebanyakan adalah anggota Jakmania. Ada juga suporter Bonex United dari Surabaya.

Kemarin, ia mengaku kedatangan tamu seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Dia tidak menyangka anaknya memiliki banyak teman.

“Banyak yang mengantar Fahreza ke pemakaman. Saya juga berterima kasih yang udah datang ke sini untuk mendoakan anak saya,” ucapnya.

Pada Jumat kemarin, Fahreza menonton laga Persija versus Persela Lamongan di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan. Ia terpisah dari rombongan. Seusai pertandingan, Suyatna menemukan adiknya dalam kondisi luka-luka di mobil ambulans. Saat itu Fahreza masih sadar dan menceritakan telah dipukuli oleh polisi saat terjadi kericuhan.

Fahreza kemudian dibawa pulang oleh Suyatna. Remaja itu meninggal di Rumah Sakit RS Cilandak, dua hari kemudian.

Ketua Umum The JakMania Richard Ahmad Supriyanto mengatakan, saat laga Persija dan Persela tidak ada kerusuhan antarsuporter.

Namun, dia tidak berani menduga-duga penyebab kematian Fahreza. Karena itu dia mengimbau orang tua mengizinkan jenazah almarhum diautopsi agar kasus ini bisa diusut. “Keluarga juga menolak dilakukan visum sehingga penyebab kematian belum dapat dipastikan,” ujarnya.

Leave a Comment