Share

Pam unras elemen Serikat Pekerja PT.PLN didepan Istana Negara (Baleho) Gambir Jakpus.

BIDHUMAS PMJ – Jakarta Pusat, Senin (21/04/2016).

Pada hari Kamis tanggal 21 April 2016 pukul 09.50 Wib bertempat di depan Istana Negara (Baleho) Jln. Medan Merdeka Barat Gambir Jakarta Pusat. Telah berlangsung aksi unras yg mengatasnamakan dari DPP Serikat Pekerja PT. PLN. Jumlah massa aksi 2.000 orang, pimpinan Jumadis Abda, Syafrudin dan H. Amir.

Tuntutan,
1. Menolak Upaya Pelemahan PLN,
2. Menolak Upaya Pemecahan PLN dari 6 Propinsi Indonesia Timur,
3. Menolak Swastanisasi PLN,
4. Menuntut Pemerintah / Menteri ESDM menurunkan harga gas alam, segera merealisasikan Pembangunan Pipa Gas, dan tdk mengekspor Gas Alam ke Luar Negeri.

Dalam aksinya tersebut massa aksi selain melakukan orasi-orasinya dan juga menggelar spanduk yang bertuliskan
– Dengan Tegas Kami Menolak, upaya memecah PLN dimulai dari 6 Propinsi Indonesai Timur, karena akan menyengsarakan rakyat dan menimbulkan biaya Energi Tinggi. Bahwa NKRI harga mati !!!
– SP PLN UIP 7 Menolak Upaya Pemecahan PLN dimulai dari 6 Provinsi.
– SP PLN Menuntut !!! Manajemen PLN menuntaskan perundingan PKB.
– Pak Presiden.Tolong blok Masela 100% untuk Domestik.
– Menolak Upaya Pelemahan PLN, baik dari dalam maupun dari luar.
– Menolak swastanisasi kelistrikan, dimulai dari 35.000 MW.
– Menolak upaya pemecahan PLN, dimulai dari 6 Propinsi Indonesia Timur.
– Menuntut Pemerintah agar pengelolaan Energi berpihak ke Dosmetik, Turunkan harga Gas Alam, Pengusaan Migas oleh Negara (BUMN), Stop Ekspor Gas Alam termasuk Blok Masela.

Massa aksi juga membawa Alat Peraga yang digunakan, berupa,
– 1 mobil soud sistem no.pol B 9058 QT.
– 31 bus Pariwisata.
– Bendera Merah Putih dan Bendera elemen aksi.
– Ikat Kepala bertuliskan “Bahwa PLN untuk Negeri”.

Masa membagikan Selebaran yang berisikan tuntutanya,
1. Menolak upaya pelemahan PLN baik dari dalam maupun luar negeri.
2. Menolak swastanisasi kelistrikan dimulai dari program 35000 MW yg diakomodir oleh manajemen PLN dan diinstruksikan oleh Pemerintah/Kementerian ESDM
3. Menolak pemecahan Kelistrikan dimulai dari 6 Provinsi Indonesia Timur yg menyebabkan harga listrik mahal dan berpotensi terjadinya disintregaasi NKRI.
4. Menuntut Pemerintah/Menteri ESDM menurunkan harga gas alam utk domestik.
5 Menuntut pemerintah/Menteri ESDM utk segera merealisasikan Pembangunan pipa gas alam supaya harga gas alam bisa lebih murah
6. Menuntut pemerintah/ menteri ESDM utk pengelolaan lapangaan migas dikelola oleh negara (BUMN)
7. Menuntut Pemerintah / Menteri ESDM utk tdk mengekspor gas alam Indonesia lagi, termasuk blok Mahakam (2017), Blok IDD selat Makasar dan Blok Masela.

Masa disamping membagikan selebaran juga melaks Orasi oleh,
1. Ir Abda (Ketua Umum SP PT.PLN) : “Terimakasih teman-teman sudah datang, kita mau meluruskan pengelolaan energi listrik, kita butuh gerakan ini, kita menolak pelemahan PLN, swastanisasi PLN, kita menyuarakan ini, rakyat menumpukan harapan kepada kita…”.

2. Syaprudin : “…aksi ini merupakan tindak lanjut dalam penolakan upaya pelemahan PLN, swastanisasi kelistrikan dan upaya pemecahan PLN dimulai dari enam rpovinsi di Indonesia Timur oleh ESDM, disamping tidak sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945 juga akan berdampak terhadap harga energi listrik yang semakin mahal dan pada akhirnya akan berdampak pada perekonomian bangsa, bila tuntutan kami tidak di indahkan dan tidak didengar oleh Pemerintah maka kami akan melakukan langkah selanjutnya yaitu penggalangan mogok nasional…”.

Pukul 11.10 wib, 10 org perwakilan massa dari DPP PLN dipimp Jumadis Abda (ketua umum) diterima Bpk Teten Masduki (kepala staf kepresidenan) diruang pertemuan lt.2 Graha Sekneg. Adapun nama-nama perwakilan sbb : Jumadis Abda,, M. Abrar Ali, Aguslie Oktavianus, Rudi Artono, Sarno, Enda Rohenda, Paarsahatan Siregar, Hartono, Irwanto Ciambtaon dan Dedy Ikhsan.

Pada pukul 11.42 wib pertemuan selesai dengan hasil sbb :
aspirasi yg disampaikan perwakilan Sdr.Jumadis Abda yaitu :
1. Kami Menolak, upaya memecah PLN dimulai dari 6 Propinsi Indonesai Timur, karena akan menyengsarakan rakyat dan menimbulkan biaya Energi Tinggi.
2. SP PLN Menuntut !!! Manajemen PLN menuntaskan perundingan PKB.
3. Kami Menolak Upaya Pelemahan PLN, baik dari dalam maupun dari luar.
4. kami Menolak swastanisasi kelistrikan, dimulai dari 35.000 MW.
5. kami menuntut Pemerintah agar pengelolaan Energi berpihak ke Dosmetik, Turunkan harga Gas Alam, Pengusaan Migas oleh Negara (BUMN), Stop Ekspor Gas Alam termasuk Blok Masela.
6. Kami meminta kepada mentri ESDM untuk pengelola lapangan migas untuk di kelola oleh BUMN
7. kami menuntut pemerintah/kementrian ESDM untuk menurunkan harga gas alam untuk domestik.

Pernyataan dan sikap yang disampaikan oleh Bpk Teten (kepala staf kepresidenan) sbb :
1. Saya disini tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena disini hanya bisa menampung aspirasi rekan sekalian dan akan saya sampaikan ke bpk Presiden, tapi saya hanya akan memberitahukan misi dan visi Presiden
2. Soal pelemahan PLN itu tidak benar, sy tahu persis kinerja presiden itu baik untuk kita semua, disetiap kunjungan presiden ke tempat manapun pasti yang ditanya masalah kelistrikan, jadi kalau bapak-bapak sekalian mengatakan bahwa terjadinya pelemahan PLN Itu tidak benar.karna disini bp presiden mempunyai misi untuk menyehatkan PLN karena bpk Presiden ingin menjadikan BUMN sebagai ujung tombak.
3. Presiden kita ini sangat mengutamakan perkembangan kelistrikan kita contohnya presiden kita bisa mendatangkan para investor untuk memajukan kelistrikan kita.
4. Misi presiden ingin membuat kualitas kelistrikan PLN jauh lebih terorganisir di kewilayahan, presiden juga memberi masukan kepada para pekerja PLN yang ada di seluruh indonesia dengan menggunakan sistem kepulauan yang aja di indonesia, bahkan yang kinerja kerja pekerja PLN yang di pecat karena tidak sesuai dengan sistem kepulauan.
5. Untuk masalah penurunan harga gas itu benar karena saat ini kita sedang mengadakan rapat dengan investor asing untuk menyeimbangkan harga gas.
6. Intinya bpk presiden saat ini ingin memajukan bangsa kita ini.

Pada pukul 11.43 wib perwakilan massa memberikan dokumen tuntutan untuk presiden melalui bpk Teten, perwakilan massa aksi meninggalkan ruangan kembali ke masa lainnya dan masa menuju patung kuda Indosat, selanjutnya 10 perwakilan akan ke Kementrian ESDM. Kuat Pam 716 pers (Polda 686 pers dan Polres/Polsek 30 pers), Kapam Obyek Kapolsek Metro Gambir Akbp Ida Ketut Gahanata Krisna Rendra SIk. Kegiatan unras didepan Istana Negara (Baleho) berjalan aman, tertib, lancar dan situasi kondusif.

Leave a Comment