Share

Kronologi Pemutilasi Wanita Hamil Hingga Melarikan Diri

BIDHUMAS PMJ – Jakarta, Jumat (22/04/2016).

Kusmayadi alias Agus (32) tampaknya berharap agar aksinya tak terendus aparat kepolisian. Usai menewaskan nyawa Nur Astiyah alias Nuri (34), ia segera memutilasi tubuh kekasihnya itu dengan menggunakan golok dan gergaji kayu. Lalu bagaimana kronologisnya?

Minggu, 10 April 2016
Agus memiting leher Nuri dengan tangan kanannya selama 30 menit. Sadar korban sudah tak bernyawa, Agus melepaskan pitingan itu dan menginap di mess Rumah Makan Gumarang, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Senin, 11 April 2016
Agus kembali ke rumah kontrakannya. Dibenaknya terbesit keinginan untuk menghilangkan jejak. Ia melihat sekeliling dan mendapati adanya golok di bawah kulkas. Sontak ia mengambil golok tersebut dan memotong lengan kanan dan kiri Nuri. Malamnya, ia pergi ke Pasar daerah Cikupa untuk membeli plastik sampah. Tak lupa ia mengajak Erik untuk membuang potongan tangan itu ke sungai.

Selasa, 12 April 2016
Dini hari, Agus sudah kembali lagi ke rumah kontrakannya. Ia berupaya memotong pangkal paha kanan dan kiri Nuri dengan golok, namun ternyata bagian itu tidak bisa dipotong dengan golok karena keras.

Akhirnya, ia menjual handphone korban dan dihargai Rp500 ribu. Ia bergegas membeli golok dan kasur lipat untuk membersihkan darah korban. Malamnya, kedua kaki korban baru berhasil dipotong dan langsung ia bungkus ke dalam kantong plastik sampah. Kasur lipat yang sudah dibeli, ia gunakan untuk mengelap sprei dan kain yang berceceran dengan darah.

Sadar akan bau anyir, mayat yang hanya tersisa badan dan kepala itu ia masukkan ke dalam kamar mandi. Untuk menghilangkan bau, ia gunakan pengharum ruangan dan ruangannya juga ia taburkan bubuk kopi yang dianggap bisa menghilangkan bau anyir.

Rabu, 13 April 2016
Sekira pukul 06.30 WIB dia kembali ke TKP, saat mau naik lantai dua rumah kontrakannya, ia mendengar tetangga yang berkata ‘ini kok kaya bau bangke, bau busuk’.

Panik mendengar hal itu, ia buru-buru masuk rumah kontrakannya dan menyemprot kamarnya dengan menggunakan pengharum ruangan. Setelahnya, ia kembali turun ke bawah dan menemui tetangganya tadi, kemudian ia pura-pura ngobrol ‘Ini kaya bau tikus mati’, kemudian dijawab sama tetangganya ‘iya kaya bau bangke tikus. Kalau gitu panggil polisi saja’. Panik mendengar kata-kata polisi, Agus langsung bergegas ke Terminal Cikupa dan melarikan diri ke Surabaya dengan naik bus.

Leave a Comment