Share

Wakapolda Metro Jaya Pantau Demo Massa di Depan Kantor Wali Kota Bekasi

BIDHUMAS PMJ – Bekasi Kota, Senin (07/03/2016).

Ratusan orang dari berbagai ormas berdemo di kantor Wali Kota Bekasi meminta izin pembangunan Gereja Santa Clara di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, dicabut. Aksi massa ini diamankan seribuan aparat keamanan. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Nandang Jumantara memantau langsung pengamanan demo tersebut. Massa sempat menutup jalan di dekat Jembatan Summarecon arah ke Jakarta sekitar 5 menit sehingga menyebabkan kemacetan, Senin (7/3/2016). Massa menamakan diri Umat Muslim Bekasi ini menutup jalan sekitar 5 menit.

“Kalau Wali Kota tidak datang kita tutup jalannya, kita lumpuhkan kota Bekasi!” teriak orator di depan Kantor Wali Kota Bekasi, Jl A Yani. “Tutup jalannya, tutup jalannya!” sambut massa. Kemudian sebagian pendemo bergerak ke tengah jalan menutup jalan di dekat Jembatan Summarecon arah ke pintu tol Bekasi Barat. Jembatan Summarecon berada tidak jauh dengan kantor Wali Kota Bekasi. Melihat ini, polisi menghalau massa yang sebagian sudah berdiri di tengah jalan dan membentangkan spanduk.

“Bubar, bubar! Jangan tutup jalan!” teriak salah seorang polisi.Setelah dibubarkan polisi, pendemo menyudahi aksinya menutup jalan. Kemudian pendemo kembali berdemo di depan kantor Wali Kota. Wakapolda menyatakan, 1.700 polisi disiagakan untuk mengamankan pendemo. Polisi itu berasal dari kesatuan Sabhara, Lalu Lintas, Intelijen dan Reserse. Selain polisi Bekasi, Polda Metro Jaya juga menurunkan 200 personel Sabhara, dan 200 personel Brimob. Anggota TNI juga turut mengamankan.

“Jadi mereka minta pencabutan izin (pembangunan). Pencabutan masalah izin pembangunan itu ke Pak Wali Kota,” ujar Wakapolda. Massa berdemo untuk memprotes Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Wali Kota Bekasi yang dinilai telah melanggar SKB Pendirian Rumah Ibadah. Massa menolak pembangunan Gereja Santa Clara seluas 1.500 m2 di lahan 6.000 m2 karena berlokasi di daerah yang mayoritas muslim. Mereka menuding ada manipulasi persetujuan pembangunan gereja dari warga. (edo)

Leave a Comment