Share

Tak Punya Uang Bayar Warteg, Empat Preman Peras Karyawan

BIDHUMAS PMJ – Depok, Jum’at (11/03/2016).

Polresta Depok menangkap empat pria karena diduga memeras karyawan PT Xerindo, yang tengah memasang alat base transceiver station, di depan Perumahan Jati Mulya Lestari, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kamis (10/3/2016) kemarin. Empat pria itu memaksa Fatahilah, karyawan PT Xerindo, membayar makanan yang mereka santap di warung Tegal (warteg), dekat Perumahan Jati Mulya Lestari.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho mengatakan tersangka yang ditangkap adalah Iwan Setiawan, 48 tahun, Suryono, 51 tahun, Nur Cholid, 49 tahun, dan Atin Supriatin, 44 tahun.

Pemerasan itu berawal saat Fathilah mendapat tugas dari perusahaan untuk memasang BTS, Selasa kemarin. Saat itu, muncul 15 pria menghadang dan meminta duit sebesar Rp 7 juta. “Korban tidak bisa memberikan uang yang diminta karena menunggu persetujuan perusahaan,” kata Kompol Teguh.

Karena belum ada keputusan dari perusahaan, Fatahilah dan tiga temannya tidak diperbolehkan pulang. Sekira pukul 15.00 WIB, Iwan dan kawan-kawannya makan di warteg, dekat dengan lokasi pemasangan BTS. Namun tersangka tidak mau membayar tagihan makan sebesar Rp 156 ribu. “Kemudian tersangka Iwan menarik paksa Fatahilah menuju warteg dan disuruh membayar tagihan tersebut,” ucap Kompol Teguh.

Fatahilah diancam tidak diperkenankan pulang sebelum melunasi tagihan. Karena tidak memiliki uang sebanyak itu, Fatahilah kemudian patungan dengan kawan-kawannya. Setelah itu, terkumpul uang Rp 125 ribu.

Pada saat bersamaan, perusahaan menghubungi polisi untuk melaporkan pemerasan itu. “Saat uang diserahkan untuk membayar tagihan warteg, petugas reskrim menangkap empat tersangka,” ujarnya.

Leave a Comment