Share

Subdit IV Ditreskrimum berhasil ungkap kasus Curas

BIDHUMAS PMJ – Dit Krimum PMJ, Senin (07/03/2016).

Unit 1 Subditumum dibawah pimpinan Kompol Gunardi, telah melakukan penangkapan terhadap 4 orang yang diduga keras melakukan pencurian dengan kekerasan dan pencurian dg pemberatan sesuai dengan pasal 365 dan 363 KUHP.

Dasar kasus ini adalah,
Laporan Polisi Nomor LP/ 975/ K/ VIII/ 2015/ Sek. Ck, tanggal 12 Agustus 2015
Laporan Polisi Nomor LP/ 694/ 15-CP/K/VIII/ 2015/Resta Bks, tangggal 3 Agustus 2015
Laporan Polisi Nomor LP/b/ 2777/ IX/ 2015/ RES SKI/ SEK CURUG, tangggal 11 September 2015.

Dengan Pelapor A.I, berkejadian pada Selasa, tangggal 11 Agustus 2015, sekitar pukul 18. 30 WIB Ber-TKP di Tol Cakung Barat Kel.Cakung Barat Kec. Cakung Jakarta Timur. Kerugian yang dialami pelapor sebanyak kurang lebih Rp. 1.000.000.000. Untuk Saksi yang melihat adalah D.A , laki-laki, Islam, Wiraswasta, alamat ; Kp Sungai bogok Rt 007 Rw 003 kel. Semper Timur Kec. Cilincing Jakarta Timur.

Modus Operandi dari para pelaku adalah, Pada awal bulan Juli 2015, pelaku H ( DPO ) mengajak tersangka J.H.N , untuk melakukan pencurian atau perampokan, terhadap 1 unit kendaraan HINO LOHAN 260, warna Hijau No. Pol B 9xx5 UIV, dimana truk tersebut membawa benang gulungan. Sebelumnya korban sudah di pelajari gerak-geriknya oleh pelaku H ( DPO ) ,S (DPO) dan G (DPO).

Lalu tersangka J.H.N mengajak tersangka B.A.T als BOY, selanjutnya tersangka J.H.N dan tersangka B.A.T als BOY, pada tanggal 11 Agustus 2015 sekitar jam 17. 00 WIB,sudah menunggu di halte bus UKI Cawang Jakarta Timur, dan mereka di jemput oleh tersangka H ( DPO )S (DPO) dan G (DPO), dengan menggunakan mobil avanza warna hitam, lalu tersangka masuk kedalam pinto tol arah bekasi,saat korban melintas di tol Cakung Barat Kel.Cakung Barat Kec. Cakung Jakarta Timur, pelaku mengikuti korban dengan cara memepet dan menghentikan truk tersebut, dimana yang menghentikan truk adalah H ( DPO ), dengan membuka kaca depan sebelah kiri dan menyuruh sopir menepi, dengan mengaku-ngaku sebagai petugas memakai seragam baju polisi, memakai rompi bergaris kuning, lalu membawa sopir dan kenek kedalam mobil avnaza warna hitam yang parkir di depan mobil truk, dengan alasan membawa barang-barang tidak benar, lalu memasukan sopir dan kenek kedaalm jok belakang, dimana tersangka J.H.N sambil menggunakan obeng warna hijau mengarahkan ke sopir dan kenek sambil mengancam dan melakban sopir dan kenek, lalu membawa korban ke daearah Cibitung dan menurunkan di pinggir tol, sedangkan H (DPO) dan S (DPO) membawa truk dan isinya dengan di jual ke daerah Tangerang, dan mereka kumpul pada hari Rabu, tangggal 13 Agustus 2015, sekitar jam 05. 00 WIB, di Tangerang untuk menjemput H (DPO ) dan S ( DPO ) lalu kemabali ke Jakarta, dimana tersangka J.H.N dan tersangka B.A.T als BOY, mendapatkan uang hasil kejahatan sebesar Rp. 10.000.000.

Dimana untuk tersangka J.H.N , selain bergabung dengan kelompok H (DPO ), juga melakukan pencurian dengan kelompok A, Dkk, dimana pelaku melakaukan pencurian sebanyak 10 kali yakni,

1) Kantor Pajak bekasi sekitar bulan September, tahun 2014, sekitar jam 02. 00 wib, di Bekasi Timur :
Dimana yang melakukan adalah J.H.N ,peranan pelaku adalah sebagai (eksekutor)
A, peranannya adalah sebagai (Kapten eksekutor) dan penggambar lokasi B, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
A.G, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
H.G, peranannya adalah sebagai (driver)
P, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
S, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
M, peranannya adalah sebagai (driver) dan penggambar lokasi

Hasil yang didapat uang tunai sebesar Rp.215.000.000 dan laptop 5 unit dan dari hasil kejahatan itu pelaku mendapatkan Rp.10.000.000, dimana yang membagi
adalah saudara A, sementara A mendapat sekitar Rp. 40.000.000,yang lain sama dengan pelaku mendaptkan Rp. 10.000.000, dimana saudara A membagi uang di Kontarakan saudara P di Bekasi arah Tambun Bekasi.
Dimana alat yang dipakai senjata jenis softgun, kapak, obeng, linggis dan godam.

2) Yang kedua : Gudang Es Krim Diamond, sekitar bulan November di Bantar Gebang Bekasi thn 2014, sekitar jam 02. 00 wib

J.H, peranan pelaku adalah sebagai (eksekutor)
A, peranannya adalah sebagai (Kapten eksekutor) dan penggambar lokasi
B, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
H.G, peranannya adalah sebagai (driver)
P, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
S.T, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
M, peranannya adalah sebagai (driver), dan penggambar lokasi
H, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
Hasil yang didapat uang tunai sebesar Rp.1.500.000 dan laptop 2 unit.
Dimana alat yang dipakai Kampak, godam, linggis, obeng, senjata jenis softgun,

3) Yang ketiga : Perampokan Tabung Gas sekitar bulan Juli 2015 di Cilincing thn 2015, sekitar jam 22. 00 wib.

J, peran pelaku adalah sebagai (eksekutor)
T als BOY, peranannya adalah sebagai (driver)
H, peranannya adalah sebagai (eksekutor) dan penggambar lokasi
S, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
G, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
Hasil yang didapat 1120 buah tabung gas ukuran 3Kg dan dijual seharga Rp.70.000/tabung dimana barang tersebut kami jual ke bitung Tangerang,
Alat yg dipakai : parang, obeng dan lakban.

4) Yang ke empat : ATM BNI, sekitar bulan Mei di Ciracas Jakarta Timur thn 2012, sekitar jam 04. 00 wib.
J.H peran pelaku adalah sebagai (pemantau)
A, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
K, peranannya adalah sebagai (eksekutor) dan penggambar lokasi
S, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
H.H, peranannya adalah sebagai (driver)
B, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
S, peranannya adalah sebagai (driver)
A.G, peranannya adalah sebagai (eksekutor)

Hasil yang didapat uang tunai sebesar Rp.450.000.000 dan pelaku mendapat uang sebesar Rp.8.000.000

Alat yang dipakai : kampak, linggis, obeng, tang potong dan godam.

5) Yang kelima : ATM Sinarmas, pada sekitar bulan Agustus 2015,sekitar jam 02. 00 wib, di Cikarang Pusat:

J.H, peran pelaku adalah sebagai (rental mobil)
H, peranannya adalah sebagai (driver)
P, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
H.T, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
S, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
S.T, peranannya adalah sebagai (eksekutor)

Dimana saya menerima uang sebesar Rp.10.000.000, dimana yang membagi adalah saudara H.G, dimana yang lain mendapat berapa saya tidak tahu.

6.) Yang keenam : Perampokan rumah pensiunan tentara, pada tangggal 10 sekitar bulan September 2015 sekitar jam 01 00 wib, di daerah Caringin Sukabumi

1. J.H, peran pelaku adalah sebagai (eksekutor) dan penggambar lokasi.
2. T als BOY, peranannya adalah sebagai (driver)
3. S.K, peranannya adalah sebagai (eksekutor, pemegang senpi)
4. K.D, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
5. G, peranannya adalah sebagai (eksekutor)
(Hasil yang kami terima uang tunai sebesar Rp.700.000.000 dan emas seberat
0,5 Kg. Per orang dapat Rp.120.000.000, untuk penyedia senjata dikasih Rp.10.000.000. alat yang dipakai : Senjata api jenis FN, obeng, lakban, korban luka bacok tangan sebelah kanan

7). Yang ketujuh : Perampokan rumah, pada sekitar bulan Oktober 2015 sekitar jam 02. 00 wib di Sentul Bogor

1. J.H, peran pelaku adalah (driver)
2. S.K, peranannya adalah (eksekutor)
3. K.D, peranannya adalah (eksekutor, pemegang senpi)
4. N.R, peranannya adalah (eksekutor)
5. L.S, dimana peran nya adalah sebagai penyedia senpi dan penggambar lokasi.

Hasil yang kami dapat berupa emas batangan dan uang dollar sebanyak
200 lembar pecahan 100 dolar. Ternyata emas batangan dan uang dolar
tsb semua palsu. Alat yg dipakai : Senjata api jenis FN, lakban, obeng, ada korban seorang satpam, namun meleset mengenai pohon.

8). Yang kedelapan : di Tol Cakung Barat kel. Cakung barat Kec. Cakung Jakarta Timur, dimana
tersangka bersama T, H (DPO), S (DPO), G (DPO)
pada hari selasa tanggal 11 Agustus 2015 sekitar jam 18. 30 wib.

Hasil yang kami dapat berupa benang gulungan sebanyak 1 truk
Alat yg dipakai :1 pranga, 1 obeng warna hijau, lakban.

9). Yang kesembilan : di gudang alat-alat berat Belko pada sekitar bulan sepetember didaarah
Cikeas Bogor, dimana yang melakukan adalah pelaku J.H.N, dengan H dan T, dimana hasil yang didapat adalah alat berat namun kondisinya rusak, dimana pelaku dalam melakukan aksinya mengunakan mobil APV warna putih

10) Yang kesepuluh : di gudang Komputer Belko pada sekitar bulan juli 2015, di daearah Cikeas Bogor,dimana yang mealakukan adalah J.H.N , S.B, H, dan T, dimana hasil yang didapat adalah 4 komputer yang dijual di medan dan pelaku mendapatkan hasil Rp. 5.000.000, dimana alat yang digunakanadalah kunci sock,gagang sock.
Barang Bukti yang diamanakan :
1 buah HP Nokia X2
1 buah HP merk Pxcom
1 buah Lakban warna coklat. (edo)

Leave a Comment