Share

Polda Metro Jaya Tangkap Enam Pencuri Kabel di Got Istana Negara

BIDHUMAS PMJ – Polda Metro Jaya, Jum’at (11/03/2016).

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap enam pencuri isi kabel di gorong-gorong sekitar Istana Negara Jalan Medan Merdeka Selatan.

Keenam pelaku yang ditangkap bernama STR alias BY, 45 tahun, MRN alias N, 34 tahun, SWY alias SM, 45 tahun, AP alias UC, 28 tahun, RHM alias GUN, 43 tahun dan AT alias TGL, 48 tahun.

“Mereka kadang memulung tapi pendapatannya kecil, ini (mencuri kabel) besar,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/3/2016).

Para pencuri kabel memanfaatkan kabel bekas berusia lama yang sudah tidak terpakai. Perusahaan pemilik kabel tidak mengangkat kabel bekas tersebut karena biayanya lebih mahal. “Ini mengakibatkan adanya potensi, membuka kesempatan terjadi semacam adanya ‘barang-barang berharga’ nilai ekonomis oleh kelompok-kelompok tertentu, kelompok gorong-gorong ini,” jelas Kapolda.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mujiyono, mengatakan keenam pelaku mempunyai peran berbeda-beda.

“Lima pelaku ada yang memotong dan kupas kulit kabel, dan satu pelaku membantu di atas gorong-gorong dan jual kabel,” ujarnya.

Kombes Pol Mujiyono melanjutkan, setelah pihaknya mengembangkan hasil penemuan barang bukti, akhirnya dapat meringkus kelompok pencurian kabel tersebut. Dia mengklaim memiliki peta pergerakan para pelaku digorong-gorong yang berada di Jakarta.

“Lima pelaku ada yang memotong dan kupas kulit kabel, dan satu pelaku membantu di atas gorong-gorong dan jual kabel,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mujiyono, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/3/2016).

Kombes Pol Mujiyono melanjutkan, setelah pihaknya mengembangkan hasil penemuan barang bukti, akhirnya dapat meringkus kelompok pencurian kabel tersebut. Dia mengklaim memiliki peta pergerakan para pelaku digorong-gorong yang berada di Jakarta.

“Mengapa sisa kulit kabel itu tidak dibawa, karena jika dijual hanya Rp1.000 per kg. Sementara harga tembaga jika dijual bisa Rp40-60ribu per kg dan timah Rp10 ribu per kg. Sehingga tidak heran kalau sisa-sisa gulungan kabel ini ada 26 truk dan tidak dibawa,” jelas Kombes Mujiyono.

Kombes Mujiyono menambahkan, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa, 15 buah senter kepala, 1 buah linggis, dua buah gergaji, 3 lembar tikar, 1 buah Accu senter, 1 buah cangkul, 1 buah tali tambang, 1 buah gulungan kabel, 1 buah celana pendek, 1 buah celana dalam, 1 buah potongan kabel terbakar, 4 buah baterai, 6 buah tutup senter, 1 batangan kabel utuh ukuran 1 meter, 1 buah pembungkus kabel.

“Mereka ini sudah spesialis pencurian kabel, jadi mereka sudah tahu mana kabel yang ada aliran listriknya mana yang tidak. Mereka juga menggergaji kabel tersebut jika kabel itu mengeluarkan api berarti kabel tersebut masih baru,” ujar Kombes Mujiyono.

Para pelaku kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka dikenakan pasal 363 junto 362 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Leave a Comment