Share

Kasus 44 Kg Sabu, WN Nigeria Dituntut Mati dan Teman Wanitanya Dituntut Seumur Hidup

BIDHUMAS PMJ – Jakarta Pusat, Jum’at (04/03/2016).

Perang terhadap narkoba terus digaungkan oleh penegak hukum. Kali ini, kartel sabu 44 kg asal Nigeria, Ikechuwu Vitus Ekperechuwu dituntut hukuman mati. Sedangkan dua rekan Vitus yaitu Chibueze Eze dan Lianah dituntut seumur hidup.

“Terdakwa Ikechuwu Vitus Ekperechuwu secara sah dan menyakinkan bersalah, terbukti terlibat peredaran barang haram jenis sabu, seberat 44,105,8 gram. Menuntut terdakwa dengan hukuman mati,” ujar JPU Aji Susanto dari Kejati DKI Jakarta.

Sidang tuntutan kepada Vitus dan dua rekannya dibacakan kemarin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Kamis (3/3). Sidang tersebut dipimpin oleh majelis hakim Sinung Hermawan.

Aji mengatakan, WN Nigeria tersebut dijerat dengan pasal 114 (2), Jo pasal 132 (1) UU 35/2009 tentang Narkotika. Tuntutan mati itu diberikan karena Vitus dianggap sebagai otak dari penyelundupan sabu 44 kg.”Ditambah lagi, terdakwa selalu berbelit belit dalam persidangan dan kesaksian para saksi juga terdakwa lainnya yang terlibat di dalamnya mengarah kepadanya,” ujar Aji.

Sedangkan dua rekan Vitus, yaitu Chibueze dan Liana dituntut seumur hidup karena keduanya dianggap hanya menerima barang sabu dan dijanjikan mendapatkan Rp 15 juta bila transaksi berhasil. Dua orang itu juga membantu mengungkap peredaran narkoba kelompok Vitus.

Kasus ini bermula pada Juni 2015, Saat itu Vitus mendapat perintah dari seseorang bernama Ekbere (DPO) di Johar Baru, Jakpus. Setelah itu Vitus meminta Lianah untuk mencari kendaraan. Selanjutnya, keduanya disuruh menuju Taman Palem, Cengkareng, Jakbar untuk mengambil sabu seberat 44 kg. Sedangkan peran Chibueze adalah mengatur keuangan. Pelarian itu terhenti karena petugas Polda Metro Jaya sudah membuntuti kartel tersebut. Vitus ditangkap di kosannya dan dua rekannya ditangkap di tempat terpisah. (edo)

Leave a Comment