Share

DUH, UANG NASABAH BANK DIPAKAI IMAM NAIK HAJI

BIDHUMAS PMJ – Dit Krimum PMJ, Senin (07/03/2016).

Namanya Imam Zahali. Kepada calon korban, ia mengaku sebagai sales kartu kredit. Tapi semua itu tipu daya. Setelah berhasil menggasak ratusan juta dari korban, Imam pun menggunakannya untuk pergi ke Tanah Suci. Dua kali umrah, sekali naik haji.

Sejak 2015, bisnis haram yang dijalani Imam berjalan lancar. Namun, pria berusia 31 tahun ini menemui nasib sialnya. Ia ditangkap Tim Unit II Subdit Jatanras yang dipimpin AKP Danang di depan Masjid Agung Cimahi, Jalan Raya Cimahi, akhir pekan lalu. Ia telah merugikan pihak bank sekitar Rp250 juta setelah menggunakan kartu kredit nasabah untuk transaksi gesek tunai.
Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Jerry Raymond Siagia mengatakan, bersama re­kannya Vika, Imam melakukan penipuan dan penggelapan dana nasabah ini selama 10 kali di Bandung, 1 kali di Jakarta dan 1 kali di Bekasi. Imam mendapat bagian 45 persen dari hasil kejahatannya. ”Tersangka Vika men­dapat 50 persen dari ha­sil gestun, sedangkan Imam 45 persen dan 5 persennya untuk biaya operasional,” imbuhnya.

Jerry mengatakan, tersangka melakukan kejahatannya bersama seorang perempuan bernama Vika. Saat ini Vika masih diburu. ”Peran Vika adalah orang yang melakukan transaksi gestun (gesek tunai), membuat KTP palsu dan meng­hubungi toko untuk gestun. Untuk uang hasil pem­bagian Vika belum bisa diketahui untuk apa saja karena yang bersangkutan be­lum tertangkap,” jelas Jerry.
Dari hasil pembagian jatah itu, kemudian Imam gunakan untuk kepentingan dirinya, salah satunya menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. ”Tersangka Imam mendapat pembagian dari hasil kejahatannya. Pengakuannya, uangnya itu digunakan untuk naik haji dan dua kali umrah,” ujarnya.

Kedua tersangka mendapat data nasabah dengan cara membelinya di internet sebesar Rp800 ribu untuk 25 data. Dari data tersebut, kedua pelaku kemudian menghubungi korban dengan mengaku sebagai sales kartu kredit dan menawarkan untuk menaikkan limit kartu kredit. Korban yang menyetujui akan didatangi lalu diminta mengisi aplikasi dan membubuhkan tanda tangan.

Untuk meyakinkan korban, tersangka kemudian menggunting sedikit kartu kredit tanpa mengenai chipnya. Tersangka kemudian menjanjikan akan mengganti kartu korban dengan yang baru yang limitnya lebih tinggi.Korban yang tergiur kemudian menyetujuinya. Selanjutnya korban dan pelaku bertemu di suatu tempat. Untuk meyakinkan korban bahwa pelaku adalah petugas bank, ia membawa ID card dan kartu nama seolah-olah dari bank. ”Kemudian korban diminta mengisi aplikasi dan membubuhkan tanda tangan. Kemudian kar­tu kredit korban digunting sedikit tapi tidak sampai me­ngenai chipnya,” ungkapnya.

Kartu kredit korban pun di tangan pelaku. Selanjutnya pelaku merekatkan bekas guntingan kartu kredit tadi dengan lem agar bisa digunakan kembali. Tersangka kemudian membuat KTP palsu dengan data-data korban agar kartu kredit tadi bisa digunakan untuk transaksi. ”Kemudian tersangka mencari di internet merchant yang bisa melayani tarik tunai. Lalu dia bawa ke situ dan kartu kredit korban dipakai transaksi tunai,” tambahnya.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan menambahkan, dari pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya mobil hingga airsoft gun. ”Barang bukti yang kami amankan di antaranya 1 unit mobil Nissan Serena dan sepucuk airsoft gun jenis FN berikut magazine (tempat peluru) dan 5 butir peluru tajam,” katanya.

Selain itu, polisi juga menyita satu bundel aplikasi kartu kredit sejumlah bank, satu bundel brosur kartu kredit berbagai bank, 1 unit laptop Axio, 2 unit mesin digital foto, 4 handphone, 4 buah ID card sejumlah bank, 7 kartu ID bermacam bank, 4 buah flashdisk, 6 buah kartu kredit, 31 potongan kartu kredit, 4 lembar baju yang dipakai saat melakukan gesekan tunai dan 1 buah gunting. Sementara itu, Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Jerry Raymond Siagian mengungkapkan, mobil yang di­sita adalah hasil kejahatan. ”Mobilnya diduga hasil kejahatan dan juga digunakan untuk melakukan kejahatan,” ujarnya.

Leave a Comment