Share

Ungkap Kejahatan OLX siap Beri Data Pelaku Jika Diminta Polisi

BIDHUMAS PMJ – Rabu (24/02/2016)

Salah satu e-commerce yang fokus menjual barang bekas, OLX Indonesia, berkomitmen memberi data yang dibutuhkan polisi terkait kasus penipuan yang memanfaatkan platform e-commerce.

Meski begitu, tidak serta merta OLX bisa memberi seluruh datanya kepada pihak kepolisian karena hal ini terhalang isu privasi.

“Kalau ada laporan penipuan yang ada datang ke kita, kita akan cek terlebih dahulu akunnya. Selama pihak polisi tidak meminta data-data tersebut, kita tidak kasih karena itu privasi. Tapi kalau pihak Polri minta kerjasama, kita siap bantu,” kata Hermanto, Marketing Communication Manager OLX Indonesia.

Sejumlah modus penipuan di platform e-commerce menurut Hermanto sebenarnya bisa terlihat, karena pada umumnya penipu akan membanderol harga yang jauh lebih murah dan kadang tak masuk akal.

“Modusnya, mereka pasang harga murah, pembeli tertarik, akhirnya minta transfer duluan. Setelah transfer, barang tidak dikirim. Akhirnya, korban pun lapor,” lanjutnya.

Hingga saat ini belum diketahui jumlah akun yang terindikasi penipuan di platform OLX. Hermanto menegaskan aksi penipuan itu tidak hanya dilakukan di OLX, tetapi juga di platform e-commerce lain, termasuk pada penyedia jasa rekening bersama rekening bersama.

Pada Senin kemarin, Polda Metro Jaya mengungkap sindikat penipuan transaksi jual beli online melalui situs OLX.co.id, Kaskus, dan Bukalapak, dengan penghasilan mencapai Rp10,1 miliar selama setahun.

Petugas telah meringkus lima orang jaringan penipuan tersebut, yakni ROB (32), BUR (33), HEN (34), Z (49) dan seorang mahasiswa AS (23) di Sidrap, Sulawesi Selatan.

Agar terhindar dari korban penipuan, Hermanto menyarankan calon pembeli aktif bertanya untuk mengetahui detail barang yang hendak dibeli. Metode COD (bertemunya penjual dan pembeli secara langsung), juga menjadi hal yang sangat direkomendasikan untuk mencegah penipuan.

“Yang membedakan OLX dengan e-commerce lain adalah kita selalu edukasi masyarakat untuk harus ketemu (COD). Karena kita berbeda dengan e-commerce lain yang menjual barang baru,” tutupnya.

Leave a Comment