Share

Tabus Gas Digudang Ilegal Meledak, Lima Luka-luka

BIDHUMAS PMJ – Jakarta Timur, Kamis (18/02/2016).

Jakarta – Gudang tempat penyimpanan gas elpiji di Jalan Sodong , Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, meledak dan lima orang terluka. Penyebabnya tabung gas 3 kilogram bocor dan terkena percikan api.

Lima karyawan yang menjadi korban adalah Zepriyanus, 26, luka bakar di kaki kanan dan kiri diperbolehkan pulang. Martinus, 28, luka bakar di kaki kanan dan kiri, Arie Putra, 24, mengalami luka bakar di muka dan kaki, Ferdinandus, 31, mengalami luka bakar di lengan kanan, pinggang, dan kaki kanan kiri, M Parino, 34, mengalami luka bakar di muka, dada, dan tangan kanan kiri.

Keseluruh korban, kala itu diduga tengah mengoplos gas elpiji dari tabung 3 kilogram ke tabung 12 kilogram. Diperkirakan ada gas yang bocor dan menyambar percikan api, akibatnya tabung gas elpiji itu pun langsung meledak. “Penyebabnya itu kipas angin yang konslet dan langsung menimbukan api,” kata Arie Putra, korban, Kamis (18/2).

Menurutnya, hampir semua orang yang ada di gudang tersebut, langsung disambar api yang mengelilingi seluruh ruangan. Mereka dilarikan ke RS Persahabatan. “Semua kulitnya melepuh, malah ada yang wajahnya juga terbakar,” ujar Arie.

Saat ini, keempat korban masih dirawat di RS Persahabatan. Keseluruhnya hanya bisa merintih kesakitan menahan perih akibat luka bakar yang dideritanya.

Ketua RW 11, Kelurahan Cipinang, Ibrahim menuturkan, sebenarnya gudang gas tersebut sempat ditutup pada 2014 lalu. Sebab, menurutnya, warga sempat tak setuju dengan keberadaan gudang gas itu. “Warga kemarin cuma takut terjadi apa-apa, ada ledakan atau bagaimana. Nah sekarang akhirnya terbukti,” katanya.

Yang membuat warga resah, kata Ibrahim, gudang ini selalu tertutup rapat, namun tetap beroperasi 24 jam. Siang hingga malam truk keluar masuk mengangkut gas ukuran 3 kilogram maupun 12 kilogram. “Bau gas juga kerap menyengat di pemukiman warga,” ungkapnya.

Lurah Cipinang, Wahyudi mengatakan, gudang tersebut tidak memiliki izin sama sekali. Baik izin domisili, izin usaha maupun izin lainnya. “Saya tahu kalau itu gudang ilegal, namun saya tidak bisa bertindak karena bukan kewenangan saya,” ujar lurah.

Menurutnya, kewenangan penindakan gudang ilegal dan oplosan ada di pihak sudin Perindustrian dan Energi. Karena hanya dia lah yang berhak melakukan kontrol atas gudang gas elpiji. “Cuma karena warga tidak protes lagi makanya kami belum laporkan kembali,” ungkapnya.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Agung Budijono mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bila terbukti mereka melakukan pengoplosan, akan kami segel. “Sekarang masih dilakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini,” ujar Kapolres.

Leave a Comment