Share

Satuan Lalulintas Polda Metro Jaya Akan Menindak Pengendara Yang Ubah Pelat Nomor Polisi Kendaraan

BIDHUMAS PMJ – Jakarta, Jum’at (12/02/2016).

Jakarta – Satuan Lalulintas Polda Metro Jaya akan menindak tegas pengendara yang tidak menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor tidak sesuai peraturan.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, masih banyak ditemukan kendaraan bermotor yang menggunakan TNKB atau pelat nomor tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Bin Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto dalam keterangannya, Jumat pagi, 12 Februari 2016.

AKBP Budiyanto menjelaskan, dengan banyaknya temuan tersebut, memberi kesan masyarakat jika Polisi Lalu Lintas bekerja kurang profesional karena membiarkan dan tidak mau menertibkan.

AKBP Budiyanto menjelaskan, pada pertengahan tahun 2014, Polisi memang sengaja merubah tampilan pelat nomor kendaraan. “Pelat nomor kini sedikit diperpanjang ukurannya ditambah lima sentimeter dari pelat nomor sebelumnya,” ujar AKBP Budiyanto.

Perubahan pelat, lanjut AKBP Budiyanto, dilakukan karena ada penambahan menjadi tiga huruf di belakang nomor, setelah sebelumnya dua huruf dibelakang.

Contoh pelat nomor B 1099 GFW, itu ada tiga huruf di belakang, sementara sebelumnya hanya dua huruf, Contoh B 1724 HK. Dengan diperpanjang pelat tersebut, jarak antara nomor dan huruf pada pelat lebih luas sehingga mudah terbaca, lanjut AKBP Budiyanto.

AKBP Budiyanto menambahkan, selain adanya penambahan huruf di belakang, pelat nomor yang baru memiliki list putih di sekeliling pelat.

“Antara nomor dengan masa berlaku TNKB, diberi pembatas list putih. Di pelat ada dua baris, yakni baris pertama yang menunjukan kode wilayah kendaraan, nomor polisi dan kode seri akhir wilayah. Sedangkan baris kedua menunjukkan masa berlaku pelat nomor, ucap AKBP Budiyanto.

Lebih lanjut, AKBP Budiyanto juga mengatakan, ukuran TNKB untuk kendaraan roda dua, tiga dan empat juga mengalami perubahan.

Untuk pelat nomor kendaraan roda dua dan tiga sekarang menjadi 275 mm dengan lebar 110 mm. Sedangkan kendaraan roda empat atau lebih adalah panjang 430 mm dengan lebar 135 mm,” ungkap AKBP Budiyanto.

AKBP Budiyanto menjelaskan, ketentuan mengenai Tanda Nomor Kendaraan Bermotor diatur dalam Pasal 280 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) No 22 Tahun 2009.

“Sanksi pidana diatur dalam pasal 280 UULAJ No 22 tahun 2009 yang berisi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dipasangi TNKB yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara RI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah),” ucap AKBP Budiyanto.

Adapun penggunaan TNKB atau pelat nomor yang tidak sesuai ketentuan sebagai berikut:

1. TNKB yang hurufnya diatur, angka diubah supaya terbaca / angka diarahkan ke belakang sehingga terbaca nama.

2. TNKB yang hurufnya diubah seperti huruf digital.

3. TNKB ditempel stiker/ logo/lambang Kesatuan / Instansi yang terbuat dari plastik / logam/ kuningan pada kendaraan pribadi seolah-olah pejabat.

4. TNKB yang menggunakan huruf miring dan huruf timbul.

5. TNKB yang dibuat di luar ukuran (terlalu besar / terlalu kecil).

6. TNKB diubah warna / doff dan ditutup mika sehingga warna berubah.

7. TNKB yang huruf angkanya sebagian ditebalkan dan sebagian dihapus dengan cat pilox sehingga nomor asli tersamar warna catnya sehingga sulit untuk dibaca.

Leave a Comment