Share

Rencana pengosongan Tanah milik PT.Timah masih terkendala

BIDHUMAS PMJ – Bekasi, Sabtu (17/02/2016).

Rencana pengosongan lahan PT. Timah dari penghuni liar di Mustikasari Kec Mustikajaya. Jumat (26/02) pukul 10.00 sd 11.45 wib bertempat di kediaman Bpk. H. Baka selaku kepercayaan dari PT. Timah telah dilakukan pertemuan antara Bpk. H. Baka dengan Lurah Mustikasari Bpk. Deden yg dihadiri oleh bhabinkamtibmas Kel. Mustikasari Aipda Sarjono, Ipda Aap Apriadi dan Aiptu Dono selaku Panit 2 Unit Intel Polsek Bantargebang.

Pertemuan tersebut membahas mengenai adanya penghuni liar yang menempati lahan milik PT. Timah.
Dalam pertemuan tersebut Lurah Mustikasari menyampaikan bahwa pada beberapa waktu yg lalu saya sudah bertemu dengan Bpk. Dadi selaku perwakilan dari PT. Timah. Saat itu saya menyampaikan agar PT. Timah melakukan pemagaran terhadap aset-aset/lahan yg dimiliki oleh PT. Timah. Karena saat ini diatas lahan tersebut terdapat 28 (dua puluh delapan) penghuni liar (sesuai lampiran Surat Peringatan pertama dari PT. Timah).

Dengan sudah berakhirnya batas waktu pengosongan lahan dari Surat Peringatan Pertama yaitu tanggal 18 Februari 2016. Agar PT. Timah segera mengeluarkan Surat Peringatan ke 2. Jika melalui Surat Peringatan 1,2 & 3 para penghuni liar tidak mau pindah/merobohkan sendiri bangunannya maka PT. Timah harus segera mengambil tindakan terhadap para penghuni liar tersebut.

Bpk. H. Baka dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa dirinya sudah melakukan pendataan langsung dilapangan terkait para penghuni yg mendiami lahan milik PT. Timah. Pendataan tersebut dilaksanakan Senin 15 Feb 2016. Dari hasil pendataan tersebut didapat hasil bahwa lahan milik PT. Timah ditempati oleh 51 org dgn bermacam2 peruntukan seperti dibuatkan tempat pemancingan, untuk menanam padi, jual tanaman hias, pemukiman, pembakaran batok, ternak ikan lele dan rongsokan.

Pukul 10.40 wib melakukan wawancara dgn salah satu penghuni lahan Asset PT. Timah Tbk An. Bpk. Kusnadi Pengrajin sangkar burung menyampaikan bahwa sepengetahuan sumber bahwa lahan ini bukan milik PT. Timah Tbk tapi milik Tommy Soeharto, hal tersebut karena lahan yg di tempati adalah rencana utk lokasi perumahan Legenda tahap-3. Perum. Legenda tahap 1 di Cibubur dan Legenda tahap 2 berada di Grand wisata. Tapi pada intinya semua penghuni lahan siap pindah jika pemilik lahan mempergunakan.

Pkl 11.20 Wib mendapat keterangan dari Sdr. Gindo Sinaga selaku Ketua Paguyuban Mustika Sari Bersinar dan sekaligus Ketua IPI (Ikatan Pemuda Indonesia) Kota Bekasi menyampaikan bahwa sudah menempati lahan tersebut lk 25 thn yg lalu dan penghuni pertama di lahan PT. Timah Kel. Mustika Sari Kec. Mustika jaya. sepengetahuan sumber bahwa pemilik lahan bukan PT. Timah Tbk. Melainkan Tommy Soeharto kemudian pindah tangan ke PT. Alfita, hingga saat ini warga Mustika Sari taunya lahan ini milik PT. Alfita bukan PT. Timah. Dan sehubungan surat peringatan utk pengosongan lahan oleh PT. Timah Tbk diserahkan kepada penghuni lahan bukan dari PT. Timah langsung melainkan H. Baka, dan jika benar pemilik lahan PT. Timah Tbk yang sah kami penghuni lahan siap meninggalkan lahan tersebut jika memang ingin dipergunakan namun kami sbg penghuni ingin melihat langsung surat kepemilikan PT. Timah. Dan sumber mengakui menempati lahan tsb tidak ijin pemilik lahan.

Penghuni lahan tidak akan bersikeras mempertahankan jika ada pertemuan dengan pemilik lahan dan difasilitasikan oleh intansi terkait, tanpa perlu melayangkan surat peringatan ke-2 dan eksekusi warga siap meninggalkan lahan PT. Timah.

Pihak Pemkot pernah menjanjikan kepada pengurus jemaat HBKP Ciketing yang pernah konflik di tahun 2010, disiapkan lahan gadis/fasum Utk dibangun gereja HKBP yang saat ini menepati gedung eks OPP PPP di Jln khairil Anwar Bekasi Timur.

Apabila PT Timah nantinya sudah mulai membangun perumahan diprediksi mulai akan timbul permasalahan sosial berkaitan dengan pengajuan rekomendasi pembangunan gereja HKBP, yang mengarah kepada kerawanan situasi kamtibmas. (sov)

Leave a Comment