Share

Presiden Jokowi Dinilai Dapat Ciderai Keadilan Jika Hentikan Kasus Novel

TRIBRATANEWS METRO – JAKARTA, Minggu (14/02/2016)

Penghentian kasus dugaan penganiayaan berat hingga mengakibatkan tewasnya tersangka pencuri sarang walet di Bengkulu yang dilakukan Novel Baswedan oleh Presiden Joko Widodo, dinilai dapat menciderai rasa keadilan masyarakat dan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum, kata Suparji Ahmad Analis Hukum dari Universitas Al-Azhar di Jakarta Selatan (10/02/2016).

Proses penyidikan kasus Novel Baswedan sudah disidik dan berjalan dengan baik di Mabes Polri dan telah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Tinggi Bengkulu, sehingga kasus tersebut layak untuk diselesaikan di persidangan, tambah Suparji.

Suparji berpendapat, dengan masuknya ke pengadilan, kasus Novel Baswedan dapat terang benderang sehingga dapat menentukan siapa yang bersalah dan tidak, juga dapat memberikan rasa keadilan bagi penyidik senior KPK tersebut, namun jika tidak diselesaikan di pengadilan yang bersangkutan akan terus menerus menyandang status tersangka.

Jika Kejaksaan Agung tidak melanjutkan perkara tersebut ke pengadilan, maka telah mengingkari kinerja yang telah dilakukan Mabes Polri yang sudah melakukan penyidikan, selain itu penghentian kasus Novel ini juga bisa menjadi referensi bahwa kasus yang menimpa penyidik KPK bisa dihentikan, padahal hukum tidak bisa diintervensi dan dikriminalisasi oleh siapapun, tutupnya.

Leave a Comment