Share

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Modus Operandi Penyelundupan Narkotika via Pelabuhan

Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu kawasan strategis yang juga kerap digunakan oleh sindikat untuk menyelundupkan narkotika. Jalur-jalur perlintasan di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi rawan akan penyelundupan narkotika.
“Jalur yang sering digunakan sindikat itu yaitu jalur impor menggunakan peti kemas, jalur intersuler (antar-pulau) dan jalur lokal,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hengki Haryadi, Kamis (25/2/2016).

AKBP Hengki menjelaskan, jalur impor digunakan oleh sindikat internasional yang menyelundupkan narkotika menggunakan peti kemas. Para pelaku menyamarkan narkotika dalam berbagai bentuk barang.
“Untuk mengantisipasi penyelundupan via jalur impor ini kami bekerjasama dengan pihan Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok dengan metode delivery control ke alamat tujuan,” ungkap Kapolres.
Sementara jalur intersuler digunakan oleh sindikat untuk mengirimkan narkotika ke lokasi tujuan lewat antar-pulau. “Misalkan dari Malaysia dikirim ke Pelabuhan Kijang, Kepri kemudian dikirim ke Jakarta lewat Pelabuhan Tanjung Priok dengan menggunakan kapal Pelni,” imbuh AKBP Hengki.

Sementara jalur lokal lebih banyak digunakan sindikat untuk mengirimkan narkotika antar-kota. “Untuk modus ini biasanya menggunakan taksi air,” tambah Kapolres.
Semakin ketatnya pengamanan aparat polisi dan instansi terkait dalam upaya menangkal narkotika, modus operandi yang dilakukan sindikat pun terus berkembang. Para pelaku pun terus melakukan kamuflase agar narkotika bisa lolos dari pantauan petugas.

Selama periode 2014-2016, Polres Pelabuhan Tanjung Priok telah mengungkap 98 kasus penyelundupan narkotika yang dikirim melalui 3 jalur tadi. Dari 98 kasus tersebut, setidaknya ada 3 modus operandi sindikat yang paling menonjol sebagai berikut:
1. Jalur Impor
Pengiriman 5 Kg ganja jenis baru yakni Thai Stick berhasil digagalkan aparat Satuan Narkoba Polrea Tanjung Priok dan tim CNT KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok pada 4 November 2014 lalu. Ganja dari jaringan Prancis ini dikamuflasekan dengan menggunakan dengan barang impor berupa thick wood table.
Petugas melakukan control delivery terhadap paket yang ditujukan untuk tersangka FB (WNI) di Margaasih, Bandung, Jawa Barat. Dari pengembangan tersebut, polisi menangkap seorang WN Malaysia berinisial VB dan YL (WN Prancis) yang ditangkap di kawasan Kemang, Sabtu (6/12/2014).
“Dari tangan tersangka YL, polisi berhasil menyita barang bukti berupa narkotika ganja sebanyak 16,21 gram di daerah Kemang Jakarta Selatan,” ujar Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Bayu Purdanto.
2. Penyelundupan jalur intersuler
Upaya penyelundupan sabu seberat 3 Kg oleh seorang kurir narkoba berhasil digagalkan aparat polisi di Terminal Penumpang Pelni Pelabuhan Tanjung Priok, Januari 2015 lalu. Sabu tersebut dibawa oleh seorang penumpang KM Kelud berinisial MY dari Batam ke Pelabuhan Tanjung Priok.
Sabu yang disimpan oleh MY itu terjaring Operasi Cipta Kondisi di atas kapal. MY digeledah dan didapatlah barang bukti sabu siap edar tersebut.
“Yang bersangkutan mengaku disuruh oleh RR dan tersangka MY ini dijanjikan keuntungan Rp 20 juta untuk mengantar barang tersebut.
3. Modus Jual-Beli via Online
Pada Rabu (20/5/2015) Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap jual-beli sabu via online. Pelaku berinisial ML menjual narkotika dengan berpura-pura menjual alat hisap (bong) dengan nama toko onlinenya Blezz Shop.
“Lewat toko online yang dipromosikan di sebuat situs jual-beli, tersangka menjual bong tetapi kemudian pembeli ditawari sabu kalau berminat,” jelas AKP Bayu.
Dari hasil pengembangan, diketahui tersangka telah menjual sabu ke wilayah Jakarta sebanyak 19 kali seberat 38 gram, Bandung sebanyak 45 gram dengan pengiriman sebanyak 9 kali, ke Bali sebanyak 5 kali pengiriman dengan total berat sabu seberat 25 gram.
“Yang bersangkutan juga pernah mengirimkan sejumlah sabu pesanan dari Timika, Papua, Solo, Jogja, Magelang dengan total pengiriman sebanyak 39 kali dan sabu yang dikirim kurang lebih sebanyak 126,” imbuh AKPBayu. (egs)

Leave a Comment