Share

Polisi Sita 523,6 Gram Sabu-sabu dari Kurir Jaringan Lapas Cirebon

BIDHUMAS PMJ – Jakarta Utara, Senin (01/02/2016).

Seorang kurir narkoba yang biasa mengedarkan narkotika di kawasan prostitusi Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara diciduk oleh jajaran satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara. Dari pelaku yang diketahui merupakan bagian dari jaringan Lembaga ‎Pemasyarakatan (Lapas) Cirebon Jawa Barat‎, polisi berhasil mendapatkan barang bukti sabu-sabu berupa kristal bening dengan berat 523,6 gram.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Apollo Sinambela‎, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat di kawasan Kalijodo tentang transaksi narkotika jenis sabu-sabu dalam skala besar oleh seseorang yang kerap datang ke lokalisasi tersebut.

‎”Kami menyelidiki ke sana untuk mencari pelaku. Dari sana anggota kami memancing pelaku untuk memesan barang dan transaksi dilakukan di wilayah Palmerah,” ujar Apollo, Senin (1/2) sore di Markas Polres Metro Jakarta Utara.

Pelaku dibekuk di ‎Jalan Palmerah Barat (depan minimarket dekat Pasar Palmerah) saat berjalan kaki menunggu untuk transaksi dengan anggota yang menyamar sebagai calon pembeli pada Rabu (27/1) sekitar pukul 15.00 WIB.

Diketahui kurir tersebut bernama Yudhistira Saputra (34), warga Jalan Pemuda Nomor 40, RT03/RW06, Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat yang sehari-hari masih menganggur dan berpendidikan terakhir SMA.

Menurut Apollo, pelaku merupakan kaki tangan dari seorang bandar narkoba yang sudah ditahan di Lapas Cirebon yang mengendalikan distribusi barang haram tersebut ke sejumlah lokasi di Jabodetabek. “Untuk wilayah Jakarta Utara, kurir yang kita tangkap ini kerap mengedarkan barang ke Kalijodo dan Kampung Muara Bahari. Dia dikendalikan dengan sambungan telepon secara langsung oleh bandar yang masih ditahan di Lapas Cirebon,” tambahnya.

‎Ia mengungkapkan inisial dari bandar yang berada di Lapas Cirebon yakni RF. Bandar ini diketahui mendapatkan sabu-sabu kristal bening yang ‎masih padat berupa batu kristal dari luar negeri yang dibawa ke Indonesia menggunakan jalur ekspedisi laut.RF diketahui memiliki punya banyak kaki tangan di luar lapas yang kerap menjalankan tugas untuk mendistribusikan kristal sabu-sabu itu kepada calon pembeli di kota-kota besar di Pulau Jawa terutama di Jabodetabek.

“Dari pengakuan pelaku, ia sudah melakukan transaksi dua kali selama beraksi ‎sebulan terakhir dan mendapatkan upah sebesar Rp 50 hingga Rp 100 ribu untuk transaksi per gram‎. Kalau narkoba yang ia jual sukses sampai di pembeli, maka ia mendapat tambahan upah,” lanjut Apollo.

‎Total berat kristal sabu-sabu yang didapatkan dari pelaku yakni seberat 523 gram. Sabu-sabu bernilai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta untuk per satu gram. Sabu-sabu berkualitas baik itu dikemas menggunakan media plastik klip bening.

Dari pelaku barang bukti yang diamankan yakni berupa satu kantong plastik warna hitam di simpan di saku celana pelaku yang berisi: lima plastik klip ukuran sedang berisi narkotika sabu golongan I jenis kristal dengan berat bruto masing-masing 114, 26 gram; 101,24 gram; 100,46 gram‎;‎ 100,94 gram‎; 106,70 gram‎. Selain itu dari tas pelaku, didapatkan sebuah timbangan digital bermerek Camry, sebuah buku catatan kecil, tiga bundel plastik klip bening berbagai ukuran, dan sebuah telepon genggam.

‎Saat ditanyai oleh awak media, Yudhistira mengaku hanya disuruh oleh seseorang untuk mengantarkan sebuah barang kepada calon pembeli dengan imbalan cukup besar, yakni Rp 50 juta untuk dua kali transaksi.

“Saya terpaksa soalnya dua anak dan istri di kampung butuh makan dan biaya, apalagi sekarang di kampung lagi sepi pekerjaan. Makanya begitu ada yang menawarkan pekerjaan saya ambil saja. Enggak tahunya tiba-tiba ditangkap polisi,” kata Yudhistira. Atas tindakannya mengedarkan narkotika, Yudhistira dijerat polisi dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati. (edo)

Leave a Comment