Share

Polda Metro Jaya Amankan Partner Prostitusi Daeng Azis

BIDHUMAS PMJ – Jakarta Utara, Senin (22/02/2016).

Jakarta – Pemilik Cafe Jelita di kawasan lokalisasi Kalijodo bernama Udin Nakku alias Daeng Nakku (47) diringkus Unit V Subdit Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di kafenya.

Selain untuk tempat karaoke, kafe Jelita milik Daeng Nakku kerap digunakan untuk berbisnis prostitusi.

“Tersangka sebagai pemilik kafe, selain digunakan untuk tempat karaoke, juga untuk praktek prostitusi,” kata Kasubdit Renakta Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Suparmo saat dikonfirmasi, Senin (22/2/2016).

Dalam usaha prostitusi yang Daeng Nakku geluti, ternyata ada keterlibatan Abdul Azis atau Daeng Azis di sana. Seperti halnya, penyedia alat kontrasepsi atau minuman keras yang dijajakkan.

“Tersangka menyediakan kondom yang dibeli dari Maman, orang suruhan Daeng Azis. Lalu membeli minuman keras dari agennya Daeng Azis yang dijaga oleh Herman alias Daeng Rangka,” ujar AKBP Suparmo.

Kepada petugas, tersangka mengaku memiliki enam buah kamar yang jerap digunakan untuk berbisnis ‘lendir’ dengan cara disewakan. Enam kamar tersebut berada di lantai dua dan tiga menyatu dengan kafe miliknya.

“Kamar di lantai dua dan tiga itu biasanya disewakan seharga Rp 60 ribu kepada pelanggan,” kata AKBP Suparmo.

“Dalam sebulan, biasanya tersangka dapat mengantongi keuntungan sebesar Rp 3- 5 juta setiap bulannya,” jelas AKBP Suparmo.

Dari kafe Jelita milik Daeng Nakku, kata AKBP Suparmo, petugas menyita beberapa barang bukti berupa alat kontrasepsi, buku pendapatan dan buku pengeluaran alat kontrasepsi.

Atas perbuatannya, Daeng Nakku diduga akan dijerat dengan Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP tentang tindak pidana mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain, dan sebagai mucikari mengambil untung dari pelacuran perempuan.

Tertangkapnya Daeng Nakku, petugas juga telah memeriksa lima saksi di tempat kejadian perkara (TKP) yang mana satu di antaranya adalah pekerja seks komersial (PSK) yaitu Tohamin, Aslan alias Pali, Wisran Wahab, Muh Isra dan seorang wanita berinisial NVY.

Leave a Comment