Share

Polda Metro blokir 20.170 kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas

Pihak kepolisian telah melakukan pemblokiran terhadap 20.170 kendaraan bermotor (ranmor) pelanggar lalu lintas dan angkutan jalan. Jumlah itu didapat sejak Agustus 2015 hingga Januari 2016.

“Sebanyak 20.170 ranmor diblokir karena pelanggar atau terdakwanya tidak memenuhi kewajiban hukum,” kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto.

AKBP Budiyanto menjelaskan para pelanggar tidak memenuhi kewajiban hukum dengan tidak menghadiri sidang di Pengadilan (pasal 216 KUHP) dan tidak membayar pidana denda terhadap pelanggaran yang sudah divonis dan sudah ada penetapan (barang bukti tidak diambil).

“Peluang ini akan dapat digunakan oleh pelanggar untuk melakukan pelanggaran hukum baru, dengan modus membuat laporan polisi palsu, dengan alasan STNK atau SIM hilang. Padahal itu dikenakan pasal 263 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan,” jelas Kasubdit Gakum Dit Lantas Polda Metro Jaya.

Kasubdit Gakum AKBP Budiyanto memaparkan, hingga kini sudah 327 pelanggar yang mengajukan permohonan buka blokir. Pembukaan blokir pun harus disertai dengan beberapa lampiran, yakni bukti telah membayar denda, cek fisik kendaraan, photo copy STNK dan photo copy KTP.

“Perlu ditambahkan bahwa tidak memenuhi kewajiban hukum dengan tidak menghadiri sidang di pengadilan merupakan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 4 bulan,” tutupnya.

Leave a Comment