Share

Pengacara Coba Loloskan Pembunuh Bocah SD dari Hukuman Mati

BIDHUMAS PMJ – Depok, Sabtu (13/02/2016).

Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok menjerat Juniar Arifin (35) alias Begeng, penculik dan pembunuh bocah kelas I SD di Depok dengan pasal pembunuhan berencana yakni Pasal 340 KUHP yang ancamannya hukumannya maksimal hukuman mati.

Walaupun begitu, pengacara yang ditunjuk polisi mendampingi Begeng, yakni Herman Dionne, akan mencoba meloloskan Begeng dari hukuman mati saat pengadilan digelar nantinya.Sebab kata Herman dari sejumlah fakta dan alat bukti yang ada, tidak ada perencanaan pembunuhan yang dilakukan Begeng atas korbannya.

“Tak apa, polisi menjerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana kepada pelaku. Semuanya akan terpaparkan di pengadilan, apakah memenuhi unsur itu,” kata Herman, kepada Humas Polresta Depok, Selasa (12/2/2016). Menurut Herman atas aksi dan perbuatannya Begeng memang pantas dihukum. Namun kata dia hukuman mati tidak sebanding dan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Sebab kata Herman, pembunuhan dilakukan Begeng spontan dan seketika. Yakni Begeng panik saat rumahnya di Lubang Buaya, Cipayung, Jakara Timur dikepung polisi.

“Ia lalu membekap korban dengan bantal agar diam dan tak menangis. Namun akhirnya meninggal dunia. Jadi tidak ada perencanaan pembunuhan di sini,” kata Herman. Selain itu, kata dia polisi juga mengakui bahwa Begeng memang panik dan akhirnya membekap korban hingga tewas. Hal itu dibuktikan dengan hasil otopsi pada korban yang menunjukkan korban tewas karena kehabisan nafas sehingga jantung dan hatinya mengalami pembengkakan pembuluh darah. “Korban memang pantas dihukum, karena telah menyebabkan matinya seseorang. Tapi bukan hukuman mati,” kata Herman. (edo)

Leave a Comment