Share

Kurang dari 1 X 24 Jam Polsek Sukmajaya Tangkap Satu Pelaku Yang Coba Merampok sopir Taksi

BId HUMAS PMJ – Sukmajaya, Minggu (21/02/2016)

Petugas buser Polsek Sukmajaya berhasil menangkap seorang dari dua pelaku percobaan perampokan sopir taksi. Pelaku ditangkap saat sedang jalan bersama istri dan anaknya di Gang Mushola Centek, pinggir Jalan Raya Centek, Ciracas Jakarta Timur, Minggu (21/2) dinihari.Anggota dipimpin Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya Iptu Suparno, berhasil menangkap HS,24, ketika sedang jalan dalam gang bersama anak dan istrinya saat menuju lokasi rumah kontrakannya. Sewaktu ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Dwiyono, mengatakan berkat kecepatan dan kesigapan petugas dalam melakukan penyelidikan kurang dari 24 jam pelaku berhasil ditangkap.
“Pelaku ini yang duduk depan sopir lalu kabur dengan melompat kali. Pada saat kejadian pelaku berhasil kabur setelah naik ke atas kali dan melanjutkan perjalanan dengan naik angkot,”ujar Kapolres didampingi Kapolsek Sukmajaya AKP Supriyadi di ruang kerjanya.

Kapolres menyebutkan peran pelaku mencoba memegangi tangan dan kaki korban di saat teman pelaku Y (DPO) dari belakang melilit leher korban dengan menggunakan tali tambang biru.
“Saat kejadian rekan pelaku Y yang kini masih DPO melilit leher korban menggunakan tali. Pelaku HS yang duduk di depan bertugas memegang tangan dan kaki namun korban berhasil melepaskan diri akhirnya mobil ditabrakkan ke tiang listrik hingga kedua pelaku terpental,”kata Kapolres.

Berdasarkan pengakuan HS, mahasiswa tingkat terakhir yang akan mengikuti ujian skripsi di salah satu universitas swasta di Jakarta ini, mengaku hanya diajak oleh Y.
“Pengakuannya HS diajak Y untuk merampok taksi. Nanti jika berhasil Y menjanjikan HS akan mendapat bagian jika berhasil menjual mobil taksi yang dicuri,”papar Kapolres. “Kasus ini masih kita kembangkan. Pelaku diancam dengan pasal 53 jo 365 KUHP tentang percobaan perampokan ancaman diatas 10 tahun.”
Setelah tidak bekerja menjadi marketing penjualan mobil lantaran sudah habis masa kontrak, pelaku HS sulit mendapatkan pekerjaan. Selain itu sudah tidak bekerja biaya kebutuhan hidup semakin berat.

“Saya sudah berkeluarga punyai anak perempuan satu berusia dua bulan. Selain butuh buat beli susu, namun kebutuhan lain seperti membayar kontrakan rumah sebulan Rp700 ribu,”kata pelaku.
Pria berwajah melayu berkulit putih ini hanya dapat merasakan penyesalan setelah tertangkap. “Sangat menyesal sekali, apalagi penyesalan bertambah tidak dapat menjumpai keluarga khususnya anak,”ucap pelaku mengenakan kaos merah sambil mata berkaca-kaca.
Sebelumnya, korban sopir taksi, Sofyan Efendi,38, berhasil meloloskan diri dalam keadaan leher terjerat tali sama pelaku dengan menabrakan mobil ke tiang listrik. Kedua pelaku terpental dan setelah itu melarikan diri di Jalan Raya Bogor, depan Gang Nangka, Sabtu (20/2) subuh.
Mobil taksi Express putih B 1099 NTB nomor punggung GBC 042 mengalami rusak parah bagian depan dan kini diamankan petugas Polsek Sukmajaya. (egs)

Leave a Comment