Share

Kumpul Kebo, Sepasang Mahasiswa dan Tujuh Pasangan Mesum di Depok Terjaring Razia

BIDHUMAS PMJ – Depok, Minggu (21/02/2016)

Sebanyak delapan pasangan bukan suami istri, terjaring razia petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok dan Polresta Depok dari sejumlah penginapan dan hotel kelas melati di Depok, Minggu (21/2/2016) dini hari.

Dari delapan pasangan mesum itu, satu pasangan diketahui berstatus mahasiswa di Depok.
Saat dijaring petugas, keduanya masih mengenakan handuk di dalam kamar salah satu hotel kelas melati di Cimanggis, Depok. Kepala Satpol PP Depok, Nina Suzana, menyebutkan ke delapan pasangan mesum itu digiring ke Kantor Satpol PP Depok untuk didata dan dilakukan pembinaan.

Mereka diminta membuat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya. Dari beberapa kamar pasangan mesum yang diamankan, kata Nina, pihaknya mendapati sejumlah kondom. “Razia ini kita lakukan bersama kepolisian dan TNI untuk menjaga situasai kondusif di Kota Depok,” kata Nina, Minggu (21/2/2016).

Menurut Nina, para pasangan yang bukan suami istri ini dianggap melanggar Perda Depok No 16/2012 tentang ketertiban umum. “Setelah kami data dan dilakukan pembinaan berupa pengarahan, mereka kami pulangkan,” kata Nina.

Dari ke delapan pasangan mesum itu, kata Nina, diketahui salah satu pasangan mengaku berstatus mahasiswa yakni RF (30) dan BM (24).
Sang perempuan, kata Nina, sempat melawan dan menangis histeris saat dibawa petugas. Dari kamar mereka pula, tambah Nina, ditemukan alat pengaman berupa kondom.

Menurut Nina, razia ini juga menyasar sejumlah tempat hiburan malam di Depok. Razia katanya dipusatkan di dua wilayah yakni Cimanggis dan Pengasinan, Sawangan, Depok. Selain mengamankan 8 pasangan mesum, kata Nina, pihaknya juga merazia warung penjual miras di Depok milik Yuliana. Dari sana, petugas menyita sedikitnya 180 botol miras jenis anggur dan minuman beralkohol lainnya.

“Penjual miras juga kami amankan dan kami kenakan tipiring,” katanya.
Sementara dari wilayah Pengasinan, Sawangan, Depok, tambah Nina, pihaknya juga mengamankan belasan remaja bersama sejumlah sepeda motor mereka.

Kapolresta Depok Kombes Pol. Dwiyono, SiK, MSi menuturkan razia bersama Satpol PP Depok ini juga menyertakan sejumlah petugas dari TNI dan BNN Kota Depok.
Menurutnya razia digelar untuk menciptakan suasana kondusif di Depok.

Dwiyono menjelaskan dari sejumlah sepeda motor milik para remaja yang diamankan petugas dari kawasan Pengasinan, Sawangan, diketahui 11 sepeda motor tidak memiliki surat-surat alias bodong.
“Sepeda motor terpaksa kami amankan, sampai mereka bisa menunjukkan surat-suratnya berupa STNK,” kata Dwiyono.

Menurut Dwiyono razia yang digelar sinergis dengan Satpol PP Depok ini akan terus dilakukan pihaknya di Kota Depok untuk mengantisipasi segala kemungkinan kejahatan. (egs)

Leave a Comment