Share

Ketua AAI Duga Perkara Novel Baswedan Kental Beraroma Politik

TRIBRATANEWS METRO – JAKARTA, Sabtu (20/02/2016).

Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Bapak Ismak, di Jakarta, Rabu malam (17/2), mengatakan bahwa perkara pidana dua pimpinan KPK Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW), serta penyidik KPK Novel Baswedan, kental beraroma politik. ” Itulah, ya di situ pertanyaannya, bagaimana perkara-perkara itu yang berkaitan dengan politik, begitulah,” kata Ismak. Akibatnya, banyak pendapat terkait kasus AS, BW, dan Novel. Dari sisi ketiga tersangka, tentunya perkara yang ditudingkan itu sebagai upaya kriminalisasi terkait jabatannya dalam memberangus korupsi.

Sedangkan dari sisi korban, lanjut Ismak, tidak adil jika perkara kedua mantan pimpinan KPK dan seorang penyidik itu tidak dilanjutkan ke persidangan untuk membuktikan sangkaan terhadap mereka. “Artinya . Ada juga yang berpendapat selesaikan di pengadilan, itu kriminalisasi atau tidak dan latar belakangnya kita harus lihat bersama,” ucapnya sambil tertawa seolah menyindir bagaimana perkara ini terjadi dan disangkakan.

“Pasti orang bilang tidak adil dong kalau tidak disidangkan. Tapi yang tersangka, ini kan perkara ‘main-main’, wallahualam,” ucapnya. Sedangkan saat ditanya kalau harus dilanjutkan ke persidangan, apakah pengadilan akan benar-benar netral dan independen dalam memutus perkara, mengingat kasus ini terasa sangat kental aroma politiknya, Ismak mengatakan, itu menjadi pertanyaan.

“Di situ pertanyaanya, bagaimana perkara-perkara yang berkaitan dengan politik, begitulah, saya kira kasus itu banyak pendapat. Dan kita tidak bisa berdiri di satu pendapat, karena akhirnya kita di sini dianggap berpihak. Saya kira, yang paling penting adalah kalau kita tegakkan hukum dengan cara yang benar,” tutupnya.

Leave a Comment