Share

Kasus Novel Tidak Dihentikan

TRIBRATANEWS METRO – JAKARTA, Sabtu (20/02/2016).

Jaksa Agung M Prasetyo menginstruksikan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Ali Mukartono untuk menyelesaikan secara hukum perkara penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan tersangka penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan terdakwa Novel Baswedan. Ali mengaku telah menerima instruksi dari Jaksa Agung, M Prasetyo.

”(Instruksinya) untuk diselesaikan secara hukum,’’ ujar Ali ketika ditanya apa keputusan atau instruksi Jaksa Agung dalam kasus tersebut, Jumat (19/2). Ali menjelaskan, pihaknya sudah tidak berwenang lagi untuk menghentikan perkara tersebut dengan alasan berkas perkaranya sudah pernah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bengkulu dan ditarik lagi.

‘’Bahasanya adalah tidak melanjutkan tuntutan (bukan dihentikan). Kalau penghentian kan belum dilimpahkan. Nah ini kan sudah pernah dilimpahkan,’’ ujar Ali ketika ditanya apakah Kejaksaan masih mempunyai kewenangan untuk menghentikan perkara tersebut. Setelah dakwaan ditarik, lanjut Ali, sesuai Pasal 144 KUHAP, pihaknya hanya berwenang untuk memperbaiki atau menyempurnakan surat dakwaan dan tidak melanjutkan penuntutan.

‘’(Merujuk) Pasal 144 KUHAP tujuan penarikan itu ada dua, satu penyempurnaan dakwaan atau tidak melanjutkan penuntutan. Nah opsi inilah yang akan didiskusikan apakah akan melimpahkan kembali atau tidak melanjutkan penuntutan.’’

Kendati demikian, dia tidak menjelaskan perbedaan dan konsekuensi hukum antara penghentian penuntutan dengan tidak melanjutkan penuntutan. Seperti diberitakan, Novel dituding melakukan penembakan terhadap enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004.

Penembakan yang diduga dilakukan oleh anak buah Novel itu diduga mengakibatkan kematian seorang pelaku bernama Mulia Johani alias Aan. Atas peristiwa itu, Novel menjalani pemeriksaan kode etik di Mapolres Bengkulu dan Polda Bengkulu.

Sanksi teguran dijatuhkan sebagai pelanggaran kode etik atas perbuatan anak buahnya. Setelah insiden itu, Novel dipercaya sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu hingga Oktober 2005.
Tahun 2006, Novel bergabung dengan KPK sebagai penyidik. Kasus tersebut kembali diungkit pada 2012, dan Polrestra Bengkulu menetapkan Novel sebagai tersangka.

Leave a Comment