Share

Kapolsek Tambora Sambangi Warga Korban Bom Thamrin

BIDHUMAS PMJ – Tambora, kamis (04/02/2016)

Kepolisian sektor Tambora Polres Metro Jakarta Barat Pada hari Rabu, 03 Februari 2016, pkl 13.00 Wib, Kapolsek Tambora Kompol Wirdhanto Hadaicaksono, S.IK, M.Si bersama Kompol Heri Sucipto dari Polres Jakarta Barat mendatangi keluarga korban bom Thamrin di kediamanya, Jl. H, Jamhari Tambora, Jakarta Barat, dengan agenda menyerahkan bingkisan turut prihatin atas musibah bom Thamrin yang menimpa Ritter Willy Putra.

Dimana Ritter masih berstatus mahasiswa di perguruan tinggi di Jakarta, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka lecet pada bagian punggung.

Selaku orang tua Ritter, Willy didampingi istrinya menerima bingkisan dari Kapolda Metro Jaya yang diserahkan oleh Kapolsek Tambora.

Pada kesempatan itu, Kapolsek Tambora menyampaikan amanat Kapolri, Kapolda dan seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia, mengucapkan turut prihatin atas musibah terjadinya bom Thamrin yang menimpa anaknya.
“Semoga Tuhan memberikan kesembuhan hingga kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh Tribratajakbar.com .

Dalam pembicaraannya dengan Kapolsek, Willy selaku orang tua korban sangat terkejut dan bangga dengan kepedulian Instansi Kepolisian atas musibah yang terjadi terhadap anaknya.

Willy menceritakan, bahwa sebelum kejadian anaknya pada saat itu jam 08.00 Wib pamitan dari rumah dengan agenda akan bertemu dengan mitranya di Sarinah, Jakarta Pusat. ”Namun, karena jam pertemuan diundur, maka anak saya memutuskan akan menunggu di sudut Starbuck, membuka laptop sambil minum kopi,” urainya.

Lanjut Willay, kemudian datang seseorang dengan membawa tas di punggungnya masuk, karena sedikit ada suara gaduh dari seseorang hingga pandangan mata anaknya tertuju pada seseorang yang membawa tas, selanjutnya terdengar suara ledakan, spontanitas anaknya langsung tiarap di bawah meja.

Diceritakannya, bahwa setelah situasi menurutnya aman, Ritter langsung bangkit dan berlari ke luar Starbuck meninggalkan tas dan laptop miliknya. Karena panic, Ritter terus berlari sambil teriak “awas ada bom”.

Menurut cerita Willy, sesampainya di sekitar HI menuju Monas anaknya (Ritter) telepon meminta untuk dijemput dan Willy selaku orang tuanya langsung jemput, selanjutnya dilakukan pengobatan luka lecet di punggung.

Hingga sekarang sudah membaik dan rutin berobat dengan dokter khusus kejiwaan/Psycolog dari kepolisiasn Polda Metro Jaya untuk menumbuhkan mentalitasnya kembali seperti biasa. “Secara umum, alhamdulillah anak saya sudah kembali normal dan tidak henti-hentinya kami sekleluarga memanjatkan doa kepada Tuhan atas kasih sayang yang diberikan kepada anak saya, sehingga anak saya tidak mengalami luka berat sebagaimana yang terlihat di media,” ujarnya.

Beberapa hari setelah kejadian, ada anggota Polisi mengatarkan tas dan Laptop Ritter ke rumah dalam keadaan komplit tidak ada barang yang hilang satupun. Polisi meganjurkan kepada anaknya untuk dilakukan pengobatan luar dan dalam termasuk kejiwaan.

“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Polda Metro Jaya,” ujar Willy menutup perbincangannya.

Demikian sekelumit perbincangan Kapolsek Tambora dengan keluarga korban, selanjutnya jam : 14.00 Wib rombongan berpamitan meningglakan lokasi.

Leave a Comment