Share

Jaksa Agung Tegaskan Penerbitan Deponeering Bukan karena Tekanan

TRIBRATANEWS METRO – JAKARTA, Minggu (14/02/2016).

 

Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan (rencana) penerbitan Deponeering murni kewenangan Jaksa Agung.

“Jadi, tidak ada kaitannya dengan apa itu perintah (tekanan) kiri-kanan,” tegas Prasetyo, pada hari Sabtu (13/02/2016).

Namun, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum ini belum dapat memastikan, kapan penerbitan deponeering untuk mantan Pimpinan KPK Abraham Samad  dan Bambang Widjojanto itu. “Lebih cepat, lebih baik,” ujarnya diplomatis.

Menurut dia, pihaknya sampai kini masih menunggu pertimbangan dari DPR, Mahkamah Agung (MA) dan Polri.

Permintaan pertimbangan ini sebagai syarat penerbitan deponeering, seperti diatur dalam pasal 35 UU Kejaksaan No. 16/2004. Namun pertimbangan ini tidak menghalangi Jaksa Agung guna menerbitkan deponeering, sebab itu hak yang melakat pada Jaksa Agung.

Perkara Bambang Widjojanto (mantan Wakil Ketua KPK),  kini sudah dilimpahkan ke Kejaksan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat, namun belum dilimpahlan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakpus. Ia terkait kasus dugaan mengarahkan  saksi untuk memberikan keterangan palsu.

Sedangkan, perkara Abraham Samad (mantan Ketua KPK) mengendap di Kejari Makassar. Dia terkait dengan kasus pemalsuan dokumen.

Sedangkan perkara penyidik utama KPK Novel Baswedan terkait pembunuhan pencuri sarang burung walet, sudah ditarik oleh Kejaksaan Negeri Bengkulu, sejak 5 Pebruari lalu.
“Benar sudah ditarik dari Pengadilan Negeri Bengkulu melalui penetapan, tapi saya tidak bisa berkomentar sebab sudah diambil-alih penanganannya oleh Pak Jaksa Agung,” ujar Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad, yang dihubungi terpisah.

Sebelumnya, Jaksa Agung menyatakan dirinya akan menerbitkan deponeering untuk Bambang dan Abraham. Sedangkan, nasib Novel belum diketahui penyelesaiannya.(TribrataNewsMetro).

Leave a Comment