Share

Ini pengakuan Begeng, Si pembunuh bocah di lubang buaya

BIDHUMAS PMJ – Depok, Senin (08/02/2016)

Sempat berkelit pelaku penculik dan pembunuh siswa SD di Depok akhirnya mengakui perbuatannya, termasuk cara dia menghabisi nyawa korban. Kepada petugas Januar Arifin alias Begeng, 35, mengaku tega membunuh lantaran panik setelah mengetahui kedatangan Polisi yang akan menangkapnya.

Pengakuan Begeng itu diungkapakan saat dikunjungi Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait di Polresta Depok pada Minggu (07/02/2016). “Akhirnya pelaku sudah mengakui bahwa dirinya yang membunuh korban,” ujarnya. Arist mengungkapkan, pelaku membunuh korban lantaran panik. Ketika sekitar pukul 04:00 Wib, petugas menggrebek rumahnya di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur.

“Pelaku lebih dulu membunuh korban di kamar dengan cara membekap dengan bantal. Setelah itu pelaku membawa korban masih mengenakan baju seragam sekolah ditaruh di kamar mandi,”ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak.

Dari kejadian ini, Aris memberikan apresiasi terhadap kinerja Polresta Depok yang telah cepat dalam mengungkap kasus.

“Kasus ini termasuk dalam ekstra ordinari crime, yaitu kejahatan perampasan kemerdekaan hidup anak. Kategori kejahatan anak ekstra ordinari crime ini sudah resmi ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo,”ungkap Arist.

Arist menambahkan untuk mengetahui motif pelaku menculik dan membunuh korban. Dibutuhkan sejumlah masing-masing pakar di bidangnya yaitu fsikologi Forensik. “Nanti kita akan melakukan penyelidikan otopsi dan pendekatan secara psikologi untuk mengungkap motif pelaku membunuh korban,”papar Ketua Komisi Perlindungan Anak.

Diperoleh informasi Begeng sudah mempunyai anak satu dari istri pertama. Lantaran pernikahan pertamanya tidak langgeng, akhirnya berpisah. “Rencana pelaku akan menikah lagi pada 5 Maret. Dalam keadaan panik pelaku menculik korban,”ucap Arist Merdeka Sirait

Leave a Comment