Share

Dokter Gadungan Terlibat Kasus Aborsi

BIDHUMAS PMJ – Rabu (24/02/2016)

Kasus aborsi yang menghebohkan di Ibukota ternyata tidak hanya melibatkan para dokter sungguhan tapi juga praktik aborsi ini dilakukan oleh dokter gadungan. Parahnya lagi sang dokter abal-abal ini hanya lulusan SMP.

Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Adi Vivid mengatakan dokter beneran dan dokter abal-abal yang telah berhasil diringkus ini sudah melakukan praktek pengguguran kandungan selama lebih dari 5 tahun.

“Dokter gadungan berinisial M hanya lulusan SMP sudah kami tangkap tanpa melakukan perlawanan. Dari pengakuannya kepada penyidik, awalnya ia hanya membantu proses aborsi, tapi lama kelamaan ia disuruh, dikasih tahu caranya, lama-lama dia jadi berani melakukan (aborsi) itu,” ujar AKBP Vivid.

Dijelaskannya sebelum melakukan penggerebekan di dua klinik yang berada di Senen dan Menteng Jakarta Pusat, Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya awalnya melakukan penyelidikan setelah menerima informasi dari warga yang resah dengan perbuatan keji ini.

“Setelah informasi dari masyarakat kami terima, lantas bersama petugas lainnya kami menangkap beberapa orang dan alhamdulillah sudah ada dokter yang kami tangkap. Saat ini masih menjalani pemeriksaan,” Lanjut Kasubdit Sumdaling.

Kendati demikian masih ada salah satu dokter berinsial MN yang saat ini masih dalam buruan. “Ada satu dokter berinsial MN masih kami buru,” imbuh AKBP Adi Vivid.

Tidak hanya itu, para pelaku dikatakannya ikut mempromosikan praktek aborsi melalui media online. Ini diketahui dalam proses penyelidikan yang dilakukan Dir Reskrimsus Polda Metro Jaya setelah menelusuri dunia maya dan ternyata ada website yang berkaitan dengan kasus ini.

Selain telah membuang ribuan janin hasil aborsi, ada juga janin bayi lainnya dikuburkan di bawah lantai kloset klinik aborsi tersebut. “Petugas kami membongkar kloset khusus aborsi dan di bawahnya kami temukan tulang belulang bayi. Para tersangka yang berjumlah sepulah orang, mungkin akan lebih nantinya terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar,” pungkas Kasubdit III Dit Reskrimsus PMJ.

Mengenai kasus ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal mengatakan berterima kasih atas informasi yang disampaikan masyarakat kepada Polisi.

“Jangan sungkan-sungkan melaporkan adanya hal-hal yang mencurigakan dan meresahkan di masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Sementara itu Dianita (28) warga Menteng yang mengaku melihat Polisi berdatangan di dekat rumahnya mengaku kaget. “Saya kaget ya, itu kan (klinik) di komplek dekat rumah saya. Oh ternyata tempat aborsi yang sebelumnya saya dan warga lainnya sudah curiga dengan rumah itu,” ujarnya.

Leave a Comment