Share

Ditemukan Puluhan Benda Terlarang, Kalapas Wanita Tangerang Enggan Disebut Kebobolan

BIDHUMAS PMJ – Tangerang, (02/02/2016)

 

Puluhan Polwan dari Polres Tangerang menggelar razia di Lapas Wanita Kelas II A Jalan Moch Yamin, Kota Tangerang,. Ditemukan benda yang harusnya dilarang masuk lapas seperti puluhan HP dan pisau lipat.

Tidak itu saja, razia yang oleh Kapolres Tangerang disebut untuk mempersempit peredaran narkoba juga ditemukan pengguna narkoba. Dari hasil tes urine diketahui ada tujuh postif memakai ganja.

Meski banyak bendar terlarang ditemukan, namun  Kepala Lapas Wanita Kelas II A Tangerang Murbi Hastuti enggan disebut kebobolan. Murbi Hastuti mengaku telah melaksanakan prosedur pemeriksaan setiap waktu. Meski dirinya tidak tahu bagaimana barang-barang terlarang itu bisa masuk ke sel napi.

“Ada beberapa barang, seperti gunting yang berasal dari alat kerja tapi tidak dikembalikan. Yang memiliki barang terlarang tentu akan diberi tindakan disiplin,” Ujar Kepala Lapas Wanita Kelas II A Tangerang.

Minimnya jumlah petugas dibanding penghuni Lapas kembali dijadikan alasan. Menurutnya dengan jumlah petugas Lapas sekitar 100 orang, dinilai kurang untuk mengawasi 361 tahanan.

“Tiap malam cuma lima sipir yang jaga. Tapi bukan berarti kita tidak bertindak. Ini jadi pelajaran kita agar meningkatkan lagi pengawasan dan pemeriksaan, kami terus berupaya,” terang Kalapas.

Diberitakan sebelumnya puluhan Polwan dibantu anjing pelacak dari Polda Metro Jaya, merazia lapas wanita di Tangerang dan  seluruh ruangan di lapas digeledah petugas. Meski tak menemukan barang haram, tujuh warga binaan dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba. Kuat dugaan, razia yang dilakukan petugas itu terendus  penghuni lapas.

Selama tiga jam melakukan penggeledahan, polisi hanya mengamankan puluhan handphone dan pisau lipat. Barang terlarang itu didapati petugas di kamar . Barang bukti tersebut kemudian dibawa ke kantor polisi.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Agus Pranoto yang memimpin razia mengatakan, penggeledahan yang dilakukan guna mempersempit peredaran narkoba di lingkungan Lapas. Pasalnya, jaringan narkotika disinyalir memanfaatkan lapas untuk mengendalikan peredaran narkoba di Indonesia.

“Sekitar 361 penghuni yang kita periksa urine-nya, 70 persen adalah kasus narkoba. Tujuh orang positif gunakan ganja. Semua temuan itu akan kita selidiki lebih lanjut,” Kata Kapolres usai memimpin razia.

Leave a Comment