Share

Direktorat Reskrimsus polda metro jaya Subdit I Indag unit 4 berhasil ungkap Industri Ilegal

BIDHUMAS PMJ – Polda Metro Jaya, Kamis (18/02/2016).

Direktorat Reskrimsus polda metro jaya Subdit I Indag unit 4 berhasil ungkap Industri Illegal Kegiatan berupa memproduksi ,memperdagangkan Sparepart motor jenis merek Yamaha ,Honda ,Suzuki Tanpa SNI diduga tidak memiliki ijin usaha Industri sebagai mana diatrur dalam UU RI No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.
penyergapan ini ini terjadi hari Senin tgl 15 Pebruari 2016 , di Pergudangan Cengkareng Jakarta Barat.

Pada saat Press Release di Mapolda Metro Jaya disampaikan oleh Kasubdit I Indag Akbp Agung Marlianto , Sik, MH didampingi oleh Kanit 4 subdit Indag Kp. M Sodiq bersama pembicara dari humas Polda Metro Jaya dan dinas perindustrian Kodya Jakarta Barat.

Tersangka di ringkus oleh petugas bahwa tersangka dengan sengaja memproduksi dan memperdagangkan Sparepart motor berbagai jenis Sparepart Yamaha, honda dan suzuki Tanpa SNI dan tidak memiliki ijin usaha Industri dan di perjual belikan sacara bebas (ilegal).

Dari pantauan Modus pelaku dengan cara mengemas Sparepart menggunakan merek terkenal seperti Yamaha , honda dan Suzuki dijual kepada pedagang dan konsumen.

Dari hasil penggeledahan Barang Bukti yang dapat disita antara lain :
1 buah mesin press merek power pack jenis Temp Controler.
300 pcs plastik menggunakan merek yamaha.
300 pcs plastik menggunakan merek honda.
300 pcs plastik menggunakan merek Suzuki.
60 pcs carburator utk yamaha merek moxis.
68 pcs saklar untuk motor honda supra merek OSK.
30 dus isi 40 Gir belakang motor tanpa merek
62 dus isi 200 Gir depan motor tanpa merek
112 dus isi 25 pcs Rantai tanpa merek.
18 dus isi 20 pcs piringan Cakram tanpa merek.
180 Set pullyAssy merek thailand dipruntukan untk motor matic honda dan yamaha.
350 Set pully Only merek thailand untuk motor matic honda dan yamaha.
Dan berbagai macam jenis Spare Spart sepeda motor .

Terhadap tersangka BI alias K patut tersangka melakukan tindak pidana di bidang perindustrian sebagai mana pasal 53 ayat 1 huruf b dan atau pasal 107 ayat 1 jo pasal 120 ayat 1 dan 2 UU RI no. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian . Dengan ancaman pidana penjara 5 tahun, denda 3 miliar rupiah. (egs)

Leave a Comment