Share

Antisipasi teror, Polda Metro Jaya gelar latihan lumpuhkan teroris

BIDHUMAS PMJ – jakarta, kamis (04/02/2016)

 

Puluhan Brimob dan Polda Metro Jaya melakukan latihan anti teror di Lapangan Sabhara, Polda Metro Jaya. Mereka mencontohkan aksi teroris ledakan bom di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat pada waktu lalu.

Pantauan di lokasi, salah satu teroris menghampiri seorang polisi lalu lintas di Pos Polisi yang sedang mengatur arus kendaraan. Namun teroris malah meledakkan bom yang sudah berada di tubuhnya.

Kemudian rekan teroris lainnya, menembak polisi. Sementara polisi lain menghalau warga yang berkerumun di lokasi ledakan tersebut.

Penembak jitu berada di atas gedung menembak teroris. Kemudian polisi lain berada di sekitar dan terjadi baku tembak. Tak lama, polisi berhasil melumpuhkan teroris dengan cepat.

Sementara itu, personel lain berpakaian rompi anti peluru dan helm pelindung menyisir lokasi ledakan untuk mengamankan gedung-gedung. Mereka memastikan teroris lain sudah berhasil dilumpuhkan.

Kemudian, polisi menutup lokasi dengan police line agar pihak yang tidak berwenang tak bisa masuk. Sebab, polisi sedang melakukan sterilisasi lokasi itu. Wartawan pun dilarang masuk, sedangkan pejabat negara diarahkan untuk menuju ruang crisis center.

Setelah itu, penjinak bom atau Gegana mendatangi lokasi untuk memeriksa lokasi agar tidak ada benda mencurigakan. Penjinak bom juga memeriksa benda-benda yang dibawa oleh teroris untuk diamankan.

Selanjutnya, Tim Inafis memeriksa korban dengan mencek sidik jari. Karena sidik jari manusia tak akan sama.

Sementara di kesempatan lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Mohammad Iqbal Sik.MH menyatakan, pihak sedang membentuk tim anti teror untuk mengatasi ancaman aksi terorisme. Bahkan setiap Polres di Jakarta sudah ada tim anti teror dengan contoh Polres Depok, Tim Jaguar.

“Polda Metro dan jajaran Polres kuatkan antisipasi ancaman teror. Di Polres, walaupun ada Brimob di kewilayahan, Polres buat tim anti teror sendiri, di Depok ada Jaguar, termasuk Polda. Garis besarnya adalah antisipasi secara maksimal,” tutup Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Leave a Comment