Share

“Saya Lega walaupun Kami Harus Menikah di Tahanan”

BIDHUMAS PMJ – Depok, Rabu (06/01/2016).

Kedua mempelai tampak sumringah setelah akad nikah digelar. Mempelai pria memberikan mas kawin berupa Cincin Emas 1 gram kepada wanita pujaan hatinya. Air mata bahagia membasahi wajah keduanya.

Namun, isak tangis kedua mempelai dan keluarga besarnya tidak terbendung lagi ketika Sintia (15) harus meninggalkan mempelai Laki – laki yang baru dinikahinya di tahanan Mapolsek Limo resort kota Depok.

Tersangka (VF), 23 tahun harus kembali ke ruang tahanan dan meninggalkan istrinya, Sintia (15), untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagai pelaku tindak pindana penjambretan.

“Saya awalnya sangat cemas, calon istri saya tidak bisa hadir. Tetapi, saya lega ternyata keluarga pacar saya ternyata ikut datang walaupun kami harus menikah di tahanan karena kasus yang saya lakukan,” ungkap (VF) 23 tahun.

Dia bercerita bahwa dirinya sudah lama pacaran dengan kekasihnya itu dan sudah berencana menikahinya beberapa bulan lalu. Tetapi, (VF) keburu tertangkap oleh polisi karena perbuatannya yang melanggar hukum.

Kepala Kepolisian Sektor Limo resort kota Depok, Komisaris Polisi Hendrik Situmorang mengatakan, meski ditahan, tersangka tetap mempunyai hak untuk menikah. Oleh karena itu, polisi memberikan sedikit waktu untuk menikah dan mewajibkannya kembali ke sel setelah akad.

“Walaupun tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, tetapi masih mempunyai hak dan kami memberikan dispensasi untuk menikah dengan kekasihnya,” Kata Kompol. Hendrik Situmorang

Kompol. Hendrik Situmorang berharap, setelah menikah dan menjalani hukuman di lembaga permasyarakatan, (VF) tidak kembali terjerumus dalam kejahatan yang sama dan bisa membangun bahtera rumah tangga dengan kekasihnya. (sov)

Leave a Comment