Share

Pengakuan Siswa SMP yang Diduga Dianiaya di Sekolah

BIDHUMAS PMJ – Depok, Kamis (08/01/2016).

Kasus kekerasan di lingkungan sekolah yang diduga dilakukan sesama teman sekelas kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah seorang siswa di salah satu SMP Negeri di kawasan Limo, Kota Depok. Akibat ulah teman sekolahnya itu, korban mengalami trauma.

Peristiwa ini dialami oleh A.S (14 tahun), siswa kelas VIII, di salah satu SMP Negeri di kawasan Limo, Depok. Apa yang dialaminya itu berlangsung di saat jam pergantian kelas, sekitar pukul 11:00 WIB, Rabu siang.Tak hanya dipukul, korban juga sempat diikat dengan menggunakan tali rafia. Ironisnya, saat peristiwa berlangsung tak satupun teman korban melerai. Mereka justru menertawakan apa yang dialami A.S. Modusnya, pelaku diduga memukul menggunakan tangan kosong, penggaris besi dan mengikat leher korban dengan tali rafia dari belakang. Korban pun mengaku, kejadian ini sudah seringkali dialaminya.

” Saya hanya bisa nangis dan diam. Kalau saya ngelawan dia semakin jadi. Saya enggak berani, takut pulangnya dicegat, soalnya dia anak situ, ” ucap A.S dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di kediamannya di kawasan Kampung Lio, Cipayung, Depok, Kamis malam, 7 Januari 2016. Aksi bully ini, diakui A.S, telah dialami sejak ia bertemu pelaku di kelas yang baru. Sebelumnya saat duduk di bangku kelas VII, ia sama sekali tidak pernah mendapat perlakuan kasar dari teman di sekolah.

“Biasanya dia ngerjain saya kalau minta dibeliin jajanan. Saya sering dipukuli, ditendang. Saya enggak berani ngadu ke guru. Pas kemarin leher saya diikat pakai tali rafia bekas mengikat buku. Bukan cuma itu, saya juga dipukulin pakai penggaris,” katanya. Akibat kerap menjadi sasaran korban bully, A.S pun mengaku enggan kembali ke sekolah karena sakit hati dan trauma. (edo)

Leave a Comment