Share

Kasatlantas Polres Depok Belum Terima Instruksi Kapolri

BIDHUMAS PMJ – Depok, Senin (04/01/2016).

Terkait info yang beredar di media sosial (medsos) dan tersebar di masyarakat soal polisi bisa membuktikan warga menyuap akan mendapat hadiah dan pemberi suap dapat sanksi dipenjara, kebenarannya belum bisa dipastikan.

Seperti Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo, mengatakan pihaknya belum menerima TR (Surat Perintah) atau instruksi Kapolri tersebut.

“Belum ada informasi yang seperti itu. Jika ada kan pasti sudah akan kita lakukan sesuai perintah dari pimpinan,” ujarnya selepas apel polantas di lapangan Satlantas Polresta Depok, Senin (4/1) pagi ini.

Mantan Kanit Regident Sim Polresta Depok ini menambahkan, ketentuan tilang bagi pengendara yang melakukan kesalahan di jalan semua sudah ditentukan sesuai dengan UU Lalin yang ada.

“Memang ada denda yang tertinggi dalam pelanggaran lalulintas, dan semua itu masyarakat harus membayar ke tempat yang sudah ditentukan ke pemerintah bukan perseorangan mendapat keuntungan,”katanya.

Kasat mengimbau agar kepada pengguna kendaraan khususnya motor untuk melengkapi surat-surat serta atribur pelengkap dalam berkendara yang aman dan selamat.

Seperti diberitakan, beredar info lewat media sosial (medsos) seperti facebook, twitter, blackberry messengger dan WhatsApp bahwa Kapolri telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran polisi yang bisa membuktikan ada warga menyuap polisi maka polisi tersebut akan mendapat hadiah Rp 10 juta.
Sedangkan warga yang menyuap akan diproses secara hukum dan bisa dikenai hukuman penjara 10 tahun penjara ditambah denda subsider.

Intruksi Kapolri yang beredar di medsos ini masih harus dikonfirmasi. Namun di Jakarta dan Surabaya konon sudah banyak pengendara yang jadi korban.
Untuk itu jika melanggar lalulintas sebaiknya jangan minta damai atau memberi uang kepada polisi karena itu berarti menyuap.

Bahkan pengendara agar waspada jika ada polisi yang ‘menjebak’ minta damai. “Waspadai bila sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN / KELENGAHAN agar kita terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat bonus besar,” demikian salah satu kalimat di medsos tersebut. (sov)

Leave a Comment