Share

Cyber Crime Polda Metro Ringkus PNS Pemalsu Dokumen

BIDHUMAS PMJ – Dit Krimsus PMJ, Jumat (08/01/2016).

Diketahui, N (54) PNS di Kementerian Pertanian RI, EP (36) PNS di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementrian ESDM dan AS (45) PNS di Kementrian Perindustrian RI. Barang bukti yang disita dari tangan ketiga pelaku berupa Paspor dinas atas nama M.W dan H.Y, Foto Copy KTP dan Kartu Pegawai Palsu, Exit Permit palsu dan Nota Diplomatik.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro, Kombes Mujiyono mengatakan, ketiga pelaku ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana pemalsuan rekomendasi paspor yang dikeluarkan oleh Konsuler Kementrian Luar Negeri RI. ” Pelaku menerima permintaan dari seseorang yang dikenal oleh N yang berinisal S (DPO) untuk meminta membuatkan paspor dinas atas nama M.W dan H.Y, ” ujar Mujiyono, umat (8/1).

Lanjut Mujiono, setelah N menyetujui kerjasama tersebut untuk membuat paspor dinas, N pun langsung meminta bantuan AS untuk membuat paspor dinas atas nama tersebut. “AS pun langsung membuat pasport tersebut tapi dengan cara memalsukan semua dokumen dan syarat-syarat pengajuan untuk paspor dinas. Mulai dari KTP, Kartu Pegawai Negeri dari badan kepegawaian negara, Surat undangan dari Negara yang dituju, Surat permohonan paspor dinas dari Sekretaris Negara dan exit permit,” jelasnya.

Menurut Mujiono, usai paspor dinas yang berinisial MW dan HY tersebut terbit, N menyuruh EP untuk membuat visa Amerika Serikat. EP juga melakukan hal yang sama dengan membuat dokumen palsu untuk pengajuan visa. “Dari keterangan N, dia telah memberikan uang sebanyak Rp 6 Juta kepada AS untuk pengurusan paspor dinas, dan memberikan Rp 5 Juta kepada EP untuk pengurusan visa Amerika Serikat,” terangnya.

“Setelah ditanya kepada pemilik paspor atas nama HY, dia mengaku paspor tersebut digunakan untuk mencari pekerjaan di luar negeri. HY juga mengaku diajak oleh MW untuk bekerja di luar negeri dan telah menyerah uang senilai Rp 30 Juta kepada ‘S’ dalam rangka pengurusan paspor tersebut,” tambahnya. Atas perbuatannya, ketiga pelaku disangkakan dengan pasal 263 KUHP dan atau pasal 264 KUHP dan atau pasal 266 KUHP tentang pemalsuan surat atau akta dan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta authentik dan atau tindak pidana bidang keimigrasian.

“Ketiganya diancam kurungan paling lama delapan tahun penjara,” tandasnya. (edo)

Leave a Comment