Share

Cyber Crime Dit Reskrimsus PMJ Berhasil Mengungkap Penipuan Dimedia Sosial Facebook

BIDHUMAS PMJ – Dit Reskrimsus PMJ, Jumat(22/01/2016).

Pada hari Kamis tgl 20 Januari 2015 pkl 02.00 Wib Unit 2 Subdit IV Cyber Crime telah menangkap 1 orang Tersangka , Perkara TP Penipuan melalui Media Sosial FaceBook (FB) dg cara Tsk memasang Iklan berjudul “Lintas Negara Photo Hunting ” dengan Tema ” CULTURE ETHNIC CONCEPT. ”

Identitas Tersangka adalah E.R,umur 35 thn, Tersangka E.R ditangkap dirumahnya yang beralamat di Kel. Cipambun Kec. Babakan Madang Sentul BOGOR.

Modus Operandi dari Tersangka E.R adalah membuat Iklan EVENT PEMOTRETAN DI KUALA LUMPUR melalui FB dengan judul ” Lintas Negara Photo Hunting Tema ” CULTURE ETHNIC CONCEPT ” yang akan dilaksanakan pada 17 s/d 18 April 2015 dan menampilkan Model iklan dengan mencantumkan nomor HP 08128869xxxx Adapun biaya akomodasi sebesar Rp.4.500.000.- per orang selama 2 hari di Kualaumpur Malaysia. Lalu Tersangka menjanjikan kepada para Korban menginap di Hotel dan berfoto dengan 5 orang model diantaranya 2 orang model dari Indonesia dan 3 orang model dari Malaysia. Korban merasa tertarik dengan iklan tersebut sehingga Korban memesan ticket untuk 2 (dua) orang an.A.S dan D.A.D lalu mentransfer uang sebesar Rp. 9.000.000.- ke rekening Tersangka di BCA No. 7680297805 an. W.W(Istri Tsk). Setelah uang ditransfer oleh Korban ternyata Tsk tidak memberangkatkan korban ke Kuala lumpur sesuai dengan waktu dan jadwal yang ditentukan oleh Tersangka dengan alasan bahwa acara di Kuala lumpur dibatalkan. Korban meminta uangnya dikembalikan namun Tersangka tidak bisa dihubungi lagi, Disamping Korban masih ada 12 orang lagi yg telah mendaftarkan kpd Tsk.

Dari Tersangka E.R telah disita Barang bukti berupa Hand phone merk Samsung duos warna putih yng digunakan utk berkomuniksai oleh Tsk kepada Korban dan Kartu ATM BCA yg dipergunakan untuk menarik uang dari ATM.

Terhadap Tsk E.R dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45 (1) UU RI No.11 Thn 2008 tentag UU ITE ancaman pidana 6 tahun dan atau denda Rp.1 milyar

Perkara ini masih dalam perkembangan untuk mencari dan menemukan alat bukti maupun Korban-korban lainnya. (edo)

Leave a Comment