Share

Bosan Jadi Tukang Niris Bensin, Dua Remaja Jadi Tukang Jambret

BIDHUMAS PMJ – Jakarta Utara, Minggu(24/01/2016).

Jakarta – ‎Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara memiliki dua obyek vital yang cukup berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok dan Depot Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Plumpang dengan karakter ketimpangan sosial di sejumlah lokasi. Bagi masyarakat pendatang dari kelompok tidak mampu yang mencari peruntungan di kota Jakarta Utara, ‎selain berdagang kaki lima dan memulung barang bekas serta besi tua, meniris bensin sisa dari truk pengakut BBM Pertamina yang akan kembali ke depot untuk mengisi kembali bahan bakar menjadi salah satu peluang mencari rejeki di ibukota.

‎Hal itulah yang menjadi aktivitas dari A.M.F (19) dan J.I (20), yang tinggal berdekatan di Kampung Tanah Merah, Jalan Mandiri 4, RT09/RW09, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Keduanya melakukan aksi penjambretan terhadap A.S yang sedang menggunakan telepon genggamnya di mobil pribadi yang sedang berhenti sesaat di Jalan Gading Indah Raya, di seberang Hotel Harris Mal Kelapa Gading, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jumat (15/1) malam lalu.

“‎Saya kepepet aja mas, cari uang buat isi perut, bantuin bapak dan mamak yang selama ini penghasilannya tidak menentu karena bapak hanya bekerja sebagai kuli bongkaran puing,” ujar F.I di Markas Polsek Kelapa Gading. Pemuda yang sebelumnya bekerja sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) dengan tugas membersihkan gorong-gorong dan saluran air itu mengaku diberhentikan dari pekerjaannya tanpa alasan yang jelas.

“Makanya saya niris, cuman pas lagi bosen niris ya sama teman nyari mangsa yang bisa dicopet atau dijambret‎, kebetulan ada orang yang kaca mobilnya kebuka dan sedang menelepon, di situ saya ambil paksa dan langsung kabur dengan motor,” aku (A.M.F) yang memiliki dua adik di bangku sekolah. Ia mengaku menyesali perbuatannya dan ‎berharap pihak kepolisian dan penegak hukum lainnya memberikan keringanan hukuman dengan mempertimbangkan alasannya untuk mencari sesuap nasi.

J.I juga mengakui bahwa ia sudah melakukan pencurian karena himpitan ekonomi, karena dirinya sudah menganggur selama beberapa bulan terakhir setelah sebelumnya sering meniris bensin dari truk BBM di Plumpang. “Barang hasil curian yang kita incar kayak perhiasan emas, atau dompet dan telepon genggam yang digunakan oleh target kita. Kalau telefon genggam paling kita jual ke orang lain dengan harga murah sekitar Rp 500 ribuan,” kata J.I.

‎Ia mengungkapkan dalam melakukan aksinya, ia berperan sebagai pengemudi sepeda motor milik kakak iparnya sedangkan A.M.F yang bertugas mengambil barang berharga dari korban. “Kemarin ketangkap soalnya korbannya teriak, terus pas kita kabur ada orang yang mengejar pakai motor juga, jadi ketangkap di bunderan Kelapa Gading. Kita digebukin sama warga dan dibawa ke kantor polisi,” tambahnya.

Barang yang disita polisi dari keduanya yakni satu unit Smartphone Samsung dan sebuah sepeda motor Suzuki Satria FU dengan nomor polisi B-3501-UAZ. Terkait rekam jejak pelaku, Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Ari Cahya Nugraha, mengungkapkan pelaku sudah sering melakukan aksinya di sejumlah lokasi, seperti di Jakarta Pusat, Sunter, Kelapa Gading, dan Tanjung Priok.

“Mereka ini memiliki sindikat, karena dalam beraksi seringkali bergantian rekan, jadi ada seorang otak pelaku yang sampai saat ini masih kita telusuri keberadaannya,” ‎kata Ari. Ia menjelaskan kedua pelaku tidak sampai melakukan tindakan yang mengancam keselamatan korbannya ‎namun mencari korban yang sedang lengah dan tidak waspada terhadap lingkungan sekitarnya.

“Modusnya pepet rampas, sama seperti penjambretan pada umumnya, mereka menyasar lokasi-lokasi keramaian yang cukup elite dan korbannya mengenakan atau memiliki sejumlah harta benda,” lanjut Ari, didampingi oleh ‎Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, AKP Mohammad Faruk Rozi‎.

Atas tindakan yang telah dilakukan kedua pelaku, polisi men jerat mereka dengan Pasal 361 ayat 1 butir 4E KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 5 tahun. (edo)

Leave a Comment