Share

Dua Hari Perluasan Ganjil Genap, Sebanyak 1.761 Pelanggar Ditilang

Sebanyak 1.761 pengendara ditilang di hari kedua pemberlakuan perluasan ganjil genap (gage), Selasa, 10 September 2019. Mereka kedapatan melintas di jalur yang terlarang bagi kendaraannya.

“Sebanyak 1.129 SIM dan 632 STNK disita,” kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir kepada wartawan, Rabu, 11 September 2019.

Menurut dia, 1.017 pengendara ditilang pada pukul 06.00-10.00 WIB. Di Jakarta Timur, polisi menindak 202 pelanggar (105 SIM dan 97 STNK disita), Jakarta Selatan 128 penindakan (97 SIM dan 31 STNK), Jakarta Barat 242 penindakan (SIM 173 dan STNK 69), dan Jakarta Utara 220 penindakan (80 SIM dan 140 STNK).

Di Jakarta Pusat, ada 66 penindakan (45 SIM dan 18 STNK). Di luar itu, Satuan Penegakan Pengaturan (Gatur) menindak 13 pelanggaran (12 SIM dan 1 STNK), Satuan Patroli dan Pengawal (Patwal) mengamankan 6 SIM dan Subdit Gakkum menjalankan 231 penindakan (150 SIM dan 81 STNK).

Pada pukul 16.00-21.00 WIB, sebanyak 744 pengendara ditilang. Di Jakarta Timur, polisi menindak 47 pelanggar (27 SIM dan 20 STNK disita), Jakarta Selatan 123 penindakan (91 SIM dan 32 STNK), Jakarta Barat 104 penindakan (SIM 91 dan STNK 13), dan Jakarta Utara 174 penindakan (108 SIM dan 66 STNK).

Di Jakarta Pusat, ada 66 penindakan (52 SIM dan 14 STNK disita). Selain itu, Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) menjalankan 32 penindakan (15 SIM dan 17 STNK), Satuan Gatur 13 penindakan (12 SIM dan 1 STNK), Satuan Patwal 5 penindakan (4 SIM dan 1 STNK) dan Subdit Gakkum 180 (113 SIM dan 67 STNK).

Nasir mengatakan pelanggaran terjadi karena banyak pengendara yang baru melintas di kawasan perluasan ganjil genap tersebut. Sementara itu, sosialisasi ganjil genap sudah dilakukan selama sebulan dengan pemasangan spanduk.

“Kemudian, orang banyak melanggar karena kebutuhan. Orang banyak melintas di situ. Itu yang jadi alasan utama pelanggar gage,” tutur Nasir.

Sebanyak 1.061 personel lalu lintas Polda dan satuan wilayah dikerahkan untuk mengawal ganjil genap. Nasir mengatakan para pelanggar akan disanksi berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Pelanggar dikenakan sanksi dua bulan penjara atau denda administrasi sebesar maksimal Rp500 ribu,” ungkap Nasir.

Perluasan ganjil genap mulai diberlakukan Senin, 9 September 2019, pada pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan 16.00 WIB-21.00 WIB. Sistem ini diterapkan untuk membuat kemacetan dan polusi udara di Ibu Kota berkurang.

Berikut perluasan ganjil genap di 25 ruas jalan di Jakarta:
1. Jalan Pintu Besar Selatan
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Medan Merdeka Barat
6. Jalan MH Thamrin
7. Jalan Jenderal Sudirman
8. Jalan Sisingamangaraja
9. Jalan Panglima Polim
10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jalan Ketimun 1-simpang Jalan TB Simatupang)
11. Jalan Suryopranoto
12. Jalan Balikpapan
13. Jalan Kyai Caringin
14. Jalan Tomang Raya
15. Jalan S Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya-simpang Jalan KS Tubun)
16. Jalan Gatot Subroto
17. Jalan MT Haryono
18. Jalan HR Rasuna Said
19. Jalan DI Panjitan
20. Jalan Jenderal A Yani (mulai dari simpang Jalan Perintis Kemerdekaan-simpang Jalan Bekasi Timur Raya)
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Selemba Raya Sisi Barat, Jalan Salemba Raya Sisi Timur (mulai dari simpang Jalan Diponegoro-simpang Jalan Pramuka)
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari

Leave a Comment