Share

Kapolda : ETLE Pangkas Jumlah Personil dan Pungli di Lapangan

tribratametro.com, Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) atau tilang elektronik menyisakan sedikit catatan. Terakhir, seorang pemuda merasa dirugikan karena dikirim surat tilang akibat nomor plat mobilnya dipalsukan oleh orang tidak dikenal.

Menanggapi hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Edy Pramono menyebutkan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan terus mengembangkan kamera pada sistem tersebut agar dapat mendekteksi hal-hal yang dapat memberikan kerugian.

“Nanti lama kelamaan akan tahu, bisa saja itu antara STNK dengan pemilik yang menyupir itu bukan dia atau orang membeli kendaraan belum balik nama ketahuan juga. Jadi tertib dalam registrasi dan identitas kendaraan,” ujar Gatot dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Jumat (2/8).

Lebih lanjut, Eddy mengatakan penerapan ETLE ditujukan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam berkendara. Aksi nakal seperti pemalsuan nomor kendaraan saat ganjil genap diterapkan diharapkan bisa semakin dikurangi oleh sistem ini.

“Dengan ini ketahuan karena ada kenampuan vehicle recognation, kita ketahui ternyata ini nomor bodong,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan akan membantu dalam upaya inovasi ETLE. Salah satu langkahnya yakni dengan sinkronisasi data perpajakan.

“Disitu ada jenis kendaraan dan sebagainya, jadi kita akan sinkronkan, kalau mereka terekam berbeda dengan data kendaraannya, maka diketahui bahwa ini bodong, jadi pemalsuan plat nomor,” kata Syafrin.

Sebelumnya, Sebuah akun media sosial Twitter bernama @rdtyou mendadak viral karena membuat postingan jika pemilik akun itu bernama Radityo Utomo mengalami kerugian karena plat mobilnya dipalsukan. Akibatnya, dia terkena tilang elektronik.

Radityo menjelaskan jika dirinya mendapatkan surat konfirmasi yang berisikan jika plat mobilnya terekam kamera electronic traffic law enforcement (e-TLE) melanggar padahal mobil tersebut bukan mobil miliknya.

“Saya kena tilang ETLE/tilang elektronik tanggal gara-gara oknum pemalsu plat nomor,” tulis Radityo di akun Twitternya seperti dilihat Tandaseru.id, Sabtu (27/7/2019).

Oknun tersebut, kata Radityo, membuat plat palsu dengan nomor yang sama dengan nomor plat mobilnya yang diduga untuk menghindari sistem ganjil-genap. Dia sangat heran saat mendapatkan surat konfirmasi pada 18 Juli 2019.

“Dia (oknum) sengaja mengganti plat dia ke nomor lain (mungkin menghindari ganjil genap). Sayangnya nomor (plat) yang dia pakai itu punya saya,” ungkapnya.

Leave a Comment